Lima Aksi Gerindra Sleman di Tlogo Putri, dari Tanam Pohon hingga Bagi Sembako
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Belum semua data perekaman E-KTP dapat diverifikasi sebagai data tunggal.
Harianjogja.com, SLEMAN- Dari 85.000 kebutuhan KTP elektronik di wilayah Sleman, baru sekitar 44.647 data KTP elektronik atau yang biasa disebut E-KTP yang diverifikasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai data tunggal. Selebihnya masih belum terverifikasi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman Jazim Sumirat mengatakan, belum semua data perekaman E-KTP dapat diverifikasi sebagai data tunggal.
Kondisi tersebut menyebabkan tidak seluruhnya E-KTP tersebut dapat dicetak. "Jadi belum seluruhnya data perekaman terverifikasi," katanya, Selasa (20/6/2017).
Dari 85.000 penduduk yang melakukan perekaman E-KTP, baru sebanyak 44.647 perekaman yang berhasil diverifikasi sebagai data tunggal. Dari jumlah tersebut, yang siap dicetak sekitar 24.000 keping.
Jumlah itu berdasarkan jumlah kepingan KTP yang diterima Disdukcapil tahun ini. "Sampai saat ini baru sebanyak 12.139 keping yang dicetak, pencetakan dilakukan di masing-masing kecamatan," ujarnya.
Lambannya pencetakan KTP tersebut, lanjut dia, dikarenakan kapasitas mesin untuk mencetak KTP terbatas. Dalam sehari, katanya, mesin tersebut hanya bisa mencetak sebanyak 50 E-KTP.
"Kalau dilaksakan hasilnya jelek, mesin panas dan bisa rusak. Kami sudah sosialisasikan ke tingkat kecamatan agar memerhatikan masalah ini," ujarnya.
Hingga kini, sejumlah kecamatan mengaku sudah kehabian bahan cetak kartu tersebut. Hal itu dikarenakan terjadi lonjakan pencetakan kartu tanda penduduk itu.
Alhasil, beberapa kecamatan seperti Kalasan, Minggir dan Godean meminta meminta ulang bahan baku pencetak E-KTP. Meski begitu, ada juga kecamatan yang masih belum habis bahan baku pencetakannya.
"Kecamatan Mlati misalnya, bahan cetaknya masih belum habis. Sebenarnya, kami sudah mendistribusikan bahan keping pencetakan kartu ke masing-masing kecamatan sesuai kebutuhannya," ujar Jazim.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sleman Endang Mulatsih mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui kapan bahan pembuat KTP tersebut didrop kembali oleh Kemendagri. Sebagai solusinya Disdukcapil memberikan surat keterangan (suket) sebagai pengganti perekaman KTP el kepada wajib KTP. Suket tersebut berlaku selama enam bulan.
Penerbitan Suket itu dapat diperpanjang masa berlakunya hingga pemegang Suket mendapatkan KTP asli. Hal tu sesuai dengan surat Kemendagri No.471.13/2015/Dukcapil. "Wajib KTP yang belum bisa mencetak E-KTP, kami berikan Suket. Kami belum tahu kapan blanko KTP dikirim kembali," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Studi pada 8.783 orang dewasa menemukan konsumsi makanan ultra-proses tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko cedera vaskular otak.
IBM mengingatkan perbankan soal risiko Shadow IT akibat penggunaan aplikasi AI tanpa izin. Edukasi karyawan dan tata kelola data dinilai penting.
UNY meraih gelar ganda Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah tim putri menang 1-0 dan tim putra melibas UNNES 6-0.
Investasi Temanggung mencapai Rp1,806 triliun hingga 26 Oktober 2026 atau 84% target tahunan, dengan 22.307 tenaga kerja terserap.
Luhut Pandjaitan menargetkan 100 juta warga terdaftar dalam sistem bansos digital GovTech saat peluncuran oleh Presiden Prabowo pada 10 November 2026.