Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Masyarakat tidak perlu khawatir jika acara membuat macet di beberapa titik ruas jalan
Harianjogja.com, JOGJA—Acara Gema Takbir Jogja 2017 diharapkan bisa menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus jadi atraksi wisata religi yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke Jogja.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, saat membuka Gema Takbir Jogja yang mengambil tema Persaudaraan Umat Islam Meraih Kemenangan di Masjid Gedhe Kauman, Sabtu (24/6/2017).
Haryadi menuturkan takbir merupakan tradisi tahunan yang menandai berakhirnya umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. “Takbir adalah syiar Islam. Takbir ini bukan hanya ada di sini [Masjid Gedhe Kauman] tetapi di seluruh sudut kampung Jogja,” paparnya, Sabtu.
Masyarakat tidak perlu khawatir jika acara membuat macet di beberapa titik ruas jalan. Pemerintah Kota beserta Polresta Jogja sudah berkoordinasi supaya tidak ada kemacetan parah. “Macet sedikit tidak masalah karena memang banyak orang berjalan kaki,” tutur Wali Kota.
Ketua Panitia Gema Takbir Jogja 2017 Noor Akbar Utama mengungkapkan Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, tidak jadi membuka acara itu karena berhalangan. Gema Takbir Jogja sudah digelar sejak 10 tahun terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek