Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Stefanus Feby Nugroho alias Warok mahasiswa Agroteknologi anggota Mapala UPN memanjat solo ke puncak kerucut kemudian mengibarkan bendera merah putih di puncak bangunan kerucut Museum Monjali, Kamis (29/6/2017). (JIBI/Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak)
Mapala UPN “Veteran” Jogja mengibarkan bendera berukuran raksasa mengitari kerucut museum
Harianjogja.com, SLEMAN—Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UPN “Veteran” Jogja kembali mengibarkan bendera Merah Putih untuk memperingati peristiwa kembalinya Jogja ke pangkuan Ibu Pertiwi atau biasa disebut Jogja Kembali. Peringatan dilakukan dengan mengibarkan bendera di puncak Monumen Jogja Kembali (Monjali), Kamis (29/6/2017).
Aksi tersebut berbeda dengan tahun 2016 lalu. Pada peringatan setahun yang lalu, Mapala UPN “Veteran” Jogja mengibarkan bendera berukuran raksasa mengitari kerucut museum tersebut. “Tahun ini single fighter. Hanya satu anggota Mapala yang mengibarkan bendera di puncak museum,” kata Humas Mapala UPN Budi Fajarochman, Kamis.
Bendera yang dikibarkan berukuran tiga kali dua meter. Adapun, pemanjat kerucut Monjali bernama Stefanus Feby Nugroho alias Warok. Angkatan Mapala tahun XXVII. Mahasiswa Agroteknologi UPN itu memanjat solo ke puncak kerucut kemudian mengibarkan bendera.
Dia menjelaskan, dipilihnya peringatan peristiwa kembalinya Jogja ke Indonesia di Monjali karena lokasi itu merupakan tetenger (penanda) peristiwa bersejarah perjuangan NKRI. “Monumen ini dibangun segaris dengan sumbu imajiner, yakni Merapi, Tugu, Kraton Kasultanan dan Parangtritis [pantai selatan],” ungkap Budi.
Dia menjelaskan faktor alam yang diantisipasi suksesnya pemanjatan dan pengibaran terkait cuaca terpaan angin, kemiringan dinding kerucut dan ketinggian. Menurutnya, ada perbedaan memanjat di tebing terjal yang biasanya berupa dinding besar (big wall) dengan dinding kerucut yang licin. "Butuh teknis khusus," ujarnya.
Monjali dibangun di Dusun Jongkang, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik. Bangunan tersebut dibangun pada 29 Juni 1985 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Keberadaan monumen tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap para pejuang yang merebut kembali Jogja dari tangan penjajah pada 29 Juni 1949.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.