Tabungan Simpeda Capai Rp75 Triliun, BPD Perkuat Layanan Digital
Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia bertemu di malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026
Misteri pelaku pelemparan kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY, Minggu (9/7/2017) dini hari lalu perlahan mulai terkuak
Harianjogja.com, JOGJA--Misteri pelaku pelemparan kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY, Minggu (9/7/2017) dini hari lalu perlahan mulai terkuak. Pasalnya, dari rekaman salah satu kamera pengintai yang diperiksa pihak kepolisian terlihat ada tiga orang pelaku yang diduga kuat melakukan pelemparan.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=832160">Kantor ORI DIY Dilempari Batu
Hal itu diakui sendiri oleh Kepala ORI DIY Budi Masthuri. Kepada Harianjogja.com, Senin (10/9/2017), dirinya mengaku telah melihat hasil rekaman kamera pengintai yang menjadi bahan investigasi pihak kepolisian.
Pada salah satu dari dua kamera pengintai miliknya yang diamankan polisi, ia melihat, tanggal 9 Juli sekitar pukul 04.08 WIB, tiga orang laki-laki yang mengendarai satu unit sepeda motor matic mendekat lalu berhenti tepat di depan papan nama kantornya.
Tak lama, dua orang di antaranya turun dari sepeda motor. Keduanya lantas melemparkan batu ke arah kantor. "Sedangkan yang satu orang menunggu di atas sepeda motor. Setelah melempar, ketiganya lantas ngebut ke arah perempatan Jetis," kata Budi.
Dari rekaman gambar yang samar-samar itu, ia memastikan bahwa ketiganya yang berperawakan sedang itu mengenakan helm dengan kaca tertutup. Salah satu pelaku dipastikannya mengenakan kaos dengan sebuah tulisan tertentu. "Sayang, saya tidak bisa membaca dengan jelas tulisan apa itu," tambahnya.
Kendati telah memastikan adanya pelaku pelemparan, ia mengaku tak ada yang berbeda pada kondisi psikologis rekan-rekannya yang lain. Diakuinya, semua anggota ORI DIY tetap bekerja seperti biasanya.
Bahkan sesuai jadwal, Senin (10/7/2017), anggotanya tetap melakukan penyelidikan di sembilan titik SMP di Bantul serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul terkait kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Selain itu, pihaknya juga memastikan belum meminta pengamanan khusus dari pihak kepolisian. Untuk itu, dirinya masih akan memantau perkembangan di lapangan.
"Selama belum ada teror yang sifatnya lebih personal, saya belum akan minta pengamanan khusus. Meski begitu, saya tetap mengimbau anggota [ORI DIY] untuk tetap waspada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.
Indonesia dan Singapura berencana membentuk satgas bersama untuk menindak korporasi yang diduga terlibat karhutla melalui pertukaran informasi dan bukti lintas
Ditjen Imigrasi mendeportasi warga Tiongkok berinisial SS yang masuk red notice Interpol dan DPO terkait dugaan pencucian uang di negara asalnya.