Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI Seorang siswa beserta orangtua menanyakan informasi tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 5, Kotabaru, Jogja, Selasa (9/7). PPDB berlangsung dari tanggal 8-10 Juli 2013 pukul 14.00 WIB.
Sistem zonasi yang diterapkan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Sleman mengacu pada daerah yang telah dipetakan
Harianjogja.com, SLEMAN-Sistem zonasi yang diterapkan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Sleman mengacu pada daerah yang telah dipetakan oleh Dinas Pendidikan.
Pendaftaran juga tidak memberikan kuota bagi siswa denga bekal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana menegaskan manipulasi jarak dalam PPDB SMP tidak akan terjadi di Sleman. “Manipulasi jarak tidak akan ada, Sleman sudah ada pembagian 4 zonasi,” ujarnya.
Karena itu, meski menerapkan zonasi, calon siswa tinggal memiliki zonasi sebagaimana yang telah disediakan oleh sistem.
Selain itu, sekolah di Sleman juga tidak memiliki kuota khusus untuk penerimaan siswa tidak mampu. Namun, siswa miskin, yang sesuai dengan database daerah, akan ditopang dari segi pembiayaan.
Ery mengatakan disediakan beasiswa pendidikan dasar keluarga miskin bersumber dari APBD Sleman. Kepemilikan SKTM yang didapatkan dari Dinas Sosial juga dipastikan masuk dalam data daerah mengenai warga miskin dan rentan miskin di Sleman.
Adapun, sistem PPDB SMP di Sleman dilakukan dengan Real Time Online RTO. Pendataan bisa dilakukan mulai tanggal 3 Juli lalu untuk kemudian diverfikasi pada 10 hingga 12 Juli. Sistem RTO juga akan berjalan mulai 10 hingga 12 Juli sampai mendapatkan calon siswa dengan zonasi dan nilai paling sesuai mengacu pada kuota sekolah.
Calon siswa berhak memasukkan data 2 pilihan sekolah yang kemudian tidak bisa diubah hingga proses RTO berakhir. Apabila tergeser dari calon sekolah pilihan pertama maka calon siswa akan otomatis masuk ke pilihan kedua.
Namun jika masih tergeser maka calon siswa dipastikan terlempar dari kesempatan bersekolah di SMP Negeri. Meski demikian, sekolah yang belum memenuhi kuota hingga 17 Juli mendatang dipersilahkan menerima calon peserta didik.
Ery menerangkan sampai saat ini pihaknya belum menerima keluhan apapun mengenai sistem SMP yang dijalankan. Sesuai data hari pertama, nilai tertinggi yang masuk ialah 307 di SMPN 1 Godean.
Adapun, sekolah tersebut memiliki kuota sebanyak 128 siswa dan sudah penuh hingga penutupan sistem RTO. Sementara itu, SMPN 1 Sleman yang memiliki salah satu kuota terbanyak, 224 siswa, belum memiliki jumlah pendaftar maksimal.
Terkait dengan keterbatasan daya tampung serta sistem online yang diterapkan, Plt Kepala Dinas Pendidikan Arif Haryono memgimbau agar setiap orang tua secara rasional menimbang dengan baik sebelum memasukkan berkas pendaftaran sekolah anak-anaknya.
“Pertimbangan nilai dan sekolah yang dituju,” ujar dia.
Masyarakat juga tidak perlu khawatir karena hampir semua zona SMP di Sleman memiliki kualitas pendidikan yang bersaing.
Zonasi Sekolah di Sleman:
Zona Barat: Gamping, Moyudan, Minggir, Seyegan
Zona Utara: Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak
Zona Timur: Depok, Kalasan, Berbah, Prambanan
Zona Tengah: Sleman, Mlati, Tempel, Ngaglik
Sumber: Dinas Pendidikan Sleman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Bambanglipuro menangkap pria asal Sleman yang menipu kelompok tani dengan modus meminjam pompa air lalu menjualnya ke rongsok.
Banyumas revisi tarif retribusi pasar lewat Perbup 8/2026. Pedagang dapat keringanan, kepatuhan ditargetkan meningkat.
Lima remaja di Pati dibina polisi usai viral video pocong. Polisi pastikan konten hoaks dan situasi tetap aman.
WBC tetapkan Agit Kabayel sebagai penantang wajib Oleksandr Usyk untuk perebutan gelar dunia kelas berat pada 2026.
Kunjungan wisata Malioboro diprediksi memuncak mulai Jumat saat libur Iduladha 2026. Pengawasan kebersihan diperketat 24 jam.