PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Rusunawa Karangrejek. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Setidaknya ada dua faktor yang membuat rusunawa urung juga dioperasikan hingga sekarang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sampai saat ini belum bisa mengoperasikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Karangrejek di Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Setidaknya ada dua faktor yang membuat rusunawa urung juga dioperasikan hingga sekarang.
Sejak pertengahan 2016 lalu Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman padahal telah menargetkan agar rusunawa bisa dioperasikan. Faktanya, hingga setahun berlalu wacana tersebut tak kunjung direalisasikan.
Ada sejumlah faktor yang membuat pengoperasian rusunawa belum dilakukan, di antaranya menyangkut masalah tingkat keterisian hunian hingga sarana dan prasarana pendukung yang masih belum memadai.
Kepala Seksi Rusunawa Bidang Perumahan DPUPRKP Gunungkidul Nurgiyanto mengatakan Pemerintah Pusat menargetkan rusunawa dapat dioperasikan di akhir Juli ini. Namun, melihat kondisi di lapangan, dia pestimistis target tersebut dapat terealisasi.
“Pengoperasian tidak akan sesuai dengan target yang telah direncanakan,” katanya kepada Harian Jogja, Selasa (18/7/2017). Selain masalah tingkat hunian yang masih rendah, sejumlah sarana prasarana yang dimiliki belum memadai.
Dia mencontohkan, sarana prasarana yang perlu diperbaiki meliputi jaringan instalasi listrik dan keberadaan bak penampungan air yang belum berfungsi maksimal. “Masalah lainnya, hingga sekarang juga belum ada payung hukum untuk pengoperasian rusunawa,” ujarnya.
Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto berharap agar rusunawa segera dioperasikan karena bangunan sudah selesai dibangun sejak 2014 lalu. Pemkab juga telah mengeluarkan biaya untuk pembayaran instalasi listrik yang terpasang. “Semakin lama tidak dioperasikan, maka beban pemkab akan terus bertambah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Prakiraan cuaca Jogja saat libur Iduladha 2026, mayoritas berawan, Sleman dan Kota Jogja berpotensi hujan ringan.
Data TKA 2026 Kemendikdasmen menunjukkan nilai Matematika SD dan SMP masih jauh di bawah capaian Bahasa Indonesia.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.