WISATA SLEMAN : Penarikan di Kaliadem Termasuk Pungutan Liar, Termasuk Korupsi?

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Sabtu, 22 Juli 2017 12:22 WIB
WISATA SLEMAN : Penarikan di Kaliadem Termasuk Pungutan Liar, Termasuk Korupsi?

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI Lava jeep tour bergantian menggunakan jalan dengan truk pengangkut material saat melintasi kawasan Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, Rabu (5/11). Empat tahun lalu 5 NOvember 2010 Gunung Merapi mengalami puncak letusan besar yang menelan ratusan korban jiwa. Sekitar 150 juta meter kubik material di keluarkan Merapi pada saat itu.

Wisata Sleman untuk Kaliadem segera diputuskan

Harianjogja.com, SLEMAN -- Penerapan larangan bagi kendaraan wisatawan dibawa naik hingga Kaliadem serta biaya pemanduan akan diputuskan usai kajian lapangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Kajian akan dilakukan pekan mendatang dengan melibatkan insitusi pemerintah dan perangkat desa terkait.

Baca Juga : WISATA SLEMAN : Pemkab Bakal Sidak Kaliadem

Bupati Sleman, Sri Purnomo enggan mengomentari lebih jauh masalah pariwisata itu.

“Saya tidak mau ngulang-ngulang, Pak Gubernur sudah ngendiko,”tegasnya, Jumat (21/7/2017).

Ia mengatakan pembinaan akan dilakukan dan bila terus memburuk maka urusannya akan ada di ranah hukum.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Sumadi menegaskan jika pungutan liar yang dilakukan di objek wisata Kaliadem, Cangkringan tidak bisa dibiarkan meski sudah berlangsung lama. Penataan akan segera dilakukan kepada masyarakat yang telah melakukan pungutan tanpa dasar itu.

“Kalau alasannya sudah berlangsung lama apa ya harus dibiarkan, akan kita tata, jangan sampai masyarakat justru terkena OTT[Operasi Tangkap Tangan] karena melakukan pungli[pungutan liar],”ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat harus memahami jika penarikan dana yang dilakukan tanpa dasar yang jelas tidak dibenarkan dan bisa dikategorikan sebagai korupsi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online