Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Ilustrasi akta kelahiran (JIBI/Solopos/Dok.)
Pemkab Kulonprogo menerapkan layanan cepat untuk kelahiran
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kulonprogo memberikan layanan three in one kepada 70 bayi lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. Orang tua bisa menerima tiga dokumen kependudukan sekaligus ketika membawa bayinya pulang.
Layanan three in one bagi bayi lahir merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo yang dijalankan Dinas Dukcapil Kulonprogo. Setiap bayi lahir yang pulang dari rumah sakit, puskesmas, maupun klinik bersalin milik pemerintah diharapkan sudah memiliki tiga dokumen kependudukan sekaligus. Bukan hanya akta kelahiran, melainkan juga nomor induk kependudukan (NIK) beserta kartu keluarga baru dan kartu identitas anak (KIA).
Kepala Dinas Dukcapil Kulonprogo, Djulistyo mengatakan, inovasi layanan kependudukan itu sudah diterapkan di RSUD Wates selama dua pekan terakhir.
“Jadi setiap bayi yang lahir di sana, ketika keluar rumah sakit sudah membawa tiga dokumen kependudukan. Sampai pekan kemarin sudah ada 70 bayi yang menerima layanan itu,” ujar Djulistyo, Minggu (23/7).
Djulistyo memaparkan, penertiban NIK, KIA, maupun akta kelahiran dirancang untuk tuntas sebelum bayi pulang. Timnya melakukan layanan jemput bola sehingga orang tua bayi tidak perlu repot-repot datang ke kantor Dinas Dukcapil Kulonprogo. Mereka hanya diminta menyerahkan berkas yang dibutuhkan untuk memperlancar proses administrasi, seperti foto kopi surat nikah dan KTP orang tua bayi.
“Petugas kami yang datang ke RSUD. Orang tua bayi atau keluarganya cukup menyerahkan berkas yang dibutuhkan,” kata dia.
Sementara itu, Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati mengatakan koordinasi dengan Dinas Dukcapil Kulonprogo berjalan lancar. Dia juga menilai kehadiran layanan three in one bagi bayi lahir secara tidak langsung turut meningkatkan kualitas pelayanan publik di RSUD Wates.
“Selama ini kami juga dikenal sebagai rumah sakit sayang ibu dan anak sehingga memang memberikan perhatian lebih bagi ibu hamil, ibu melahirkan, dan anak-anak,” ungkap Lies.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.