RUSUNAWA BANTUL : Dari 180 Unit, 170 Petak Belum Laku

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Senin, 24 Juli 2017 00:22 WIB
RUSUNAWA BANTUL : Dari 180 Unit, 170 Petak Belum Laku

Rusunawa  Bantul sepi peminat

Harianjogja.com, BANTUL -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bakal mengevaluasi keberadaan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) khusus pekerja di Dusun Sokowaten, Desa Tamanan, Banguntapan. Pasalnya, dari seratus lebih warga yang mengambil formulir pendaftaran, hanya sepuluh yang mengembalikan alias tertarik menghuni rumah milik pemerintah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul Bobot Ariffi'aidin mengakui keberadaan rusunawa yang telah diresmikan sejak Agustus 2016 tersebut saat ini masih banyak yang kosong, lantaran sepinya peminat.

Dari total 180 unit kamar alias petak rusunawa, baru sepuluh diantaranya yang disewa oleh warga.

“Sebenarnya yang mengambil formulir itu banyak, sampai seratusan lebih. Tapi yang mengembalikan formulir dan benar-benar menyewa baru sepuluh,”kata Bobot Ariffi'aidin, Minggu (23/7/2017).

Lantaran sepi peminta, pemerintah kata dia dalam waktu dekat akan mengevaluasi dan menyelidiki penyebab minimnya animo masyarakat tinggal di bangunan milik pemerintah itu.

“Nanti kami daftar penyebabnya,  kenapa enggak berminat.  Masalahnya apa? Apakah harga atau yang lain, evaluasinya antara lain seperti itu,” ujar dia.

Hasil evaluasi akan menjadi petunjuk bagi pemerintah ke depannya, apakah merevisi harga sewa rusunawa menjadi lebih terjangkau dari saat ini atau melakukan kebijakan lain yang dapat mendorong agar rusunawa semakin laris. Adapun terkait perubahan harga, maka akan disertai pula perubahan Peraturan Bupati (Perbub) yang menjadi payung hukum pengelolaan rusunawa.

Sesuai Perbub, tiap petak rusunawa disewakan seharga Rp125.000 hingga Rp475.000. Besar kecil harga dibedakan bedasarkan posisi kamar serta luas ruangan.

“Unit untuk keluarga lebih mahal karena lebih luas. Kalau lajang tentu lebih murah. Demikian pula posisinya, semakin di bawah semakin mahal, semakin dilantai atas semakin murah,” imbuhnya lagi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis