Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Bangunan Rusunawa di wilayah Jongke, Sendangadi, Mlati, Senin (24/7/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI.Harian Jogja)
Rusunawa Sleman penuh penyewa.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Mimpi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki sendiri sulit diwujudkan seiring tingginya harga tanah. Apalagi, pemerintah belum ada rencana untuk menambah rumah susun sewa (Rusunawa) di wilayah Sleman.
Baca Juga :http://m.harianjogja.com/?p=836793"> RUSUNAWA SLEMAN : Tingkat Hunian 100%, MBR Sulit dapat Rumah
Nurrochmawardi alias Kelik, Kepala Seksi Perumahan Formal DPUP-KP Sleman menambahkan, sampai saat ini waiting list atau daftar tunggu untuk mendapatkan rusunawa ada sekitar 800 KK. Jumlah tersebut, katanya belum diverifikasi ulang. Sebab, penghuni rusunawa harus melalui proses verifikasi.
"Pemkab [Pemerintah Kabupaten] masih belum ada rencana untuk menambah rusunawa lagi. Jadi moratorium dulu sambil mengelola yang ada," katanya, Senin (24/7/2017)
Padahal, lanjutnya, berkaca pada daftar tunggu kepemilikan rusunawa sebanyak 800 KK setidaknya Pemkab masih membutuhkan delapan twin blok lagi. Dia beralasan, moratorium pembangunan rusunawa disebabkan keterbatasan lahan untuk dijadikan proyek tersebut.
"Rusunawa yang ada saat ini masih menggunakan sistem sewa karena menggunakan tanah kas desa (TKD)," katanya.
Sementara bangunan rusunawa lebih banyak beroperasi di wilayah yang berbatasan dengan kota. Kondisi tersebut sesuai dengan minat warga yang ingin menempati rusunawa. Jika rusunawa dibangun di wilayah pedesaab dikawatirkan tidak akan laku.
"Penghuni rusunawa membayar uang sewa perbulan antara Rp150.000 hingga Rp250.000. Setiap tahun yang masuk kr APBD sekitar Rp400 juta itu belum sewa lahan," katanya.
Rusunawa Sleman
Rusunawa Gemawang (2 twin block, 192 unit rumah Type 21 m2 )
dengan luas lahan 9.000 m2
Rusunawa Mranggen (1 twin block, 96 unit rumah Type 24 m2 )
di atas lahan 5.000 m2
Rusunawa Dabag (4 twin block, 369 unit rumah Type 27 m2)
dengan keseluruhan luas lahan 38.250 m2
Rusunawa Jongke (4 twin paralel block, 369 unit rumah Type 27 m2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Rusia dan RI masih berdiskusi soal bandar antariksa Biak. Dubes Rusia menegaskan belum ada perjanjian dan membantah isu pangkalan militer.
Kejari Kulonprogo menggandeng BPKP DIY mempercepat penghitungan kerugian negara dalam dugaan korupsi BUMD PT SAK.
Simak 10 cara menjaga fungsi dan kesehatan ginjal, mulai dari pola makan, olahraga, hidrasi, hingga menjaga kualitas tidur.
DPRD DIY mematangkan Perda penanggulangan bencana baru untuk memperkuat pencegahan, mitigasi, peringatan dini, dan ketangguhan masyarakat.
Banjir bandang Nepal dan Tibet menewaskan lebih dari 165 orang dan membuat hampir 1.500 orang hilang, termasuk ratusan warga asing.