Pengelola dan Pengunjung Perlu Bersinergi Jaga Kebersihan Kawasan Wisata

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Selasa, 25 Juli 2017 15:20 WIB
Pengelola dan Pengunjung Perlu Bersinergi Jaga Kebersihan Kawasan Wisata

Sampah plastik dan beragam jenis sampah lain yang ditinggalkan pengunjung usai malam pergantian tahun baru maupun saat liburan, berserakan di Pantai Parangtritis, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul. Minggu (1/2/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)

Berbagai pihak digandeng untuk terlibat memberikan pembinaan kepada pengelola wisata baru

Harianjogja.com, JOGJA-Pertumbuhan obyek wisata baru di Jogja semakin pesat. Agar menjadi magnet bagi turis domestik dan mancanegara, pengelolaan kebersihan harus diutamakan.

Dinas Pariwisata tidak mampu bekerja sendiri. Berbagai pihak digandeng untuk terlibat memberikan pembinaan kepada pengelola wisata baru, salah satunya perhotelan.

“Kami terbuka bagi siapapun yang ingin membantu [memberikan pembinaan pada pengelola wisata baru] silakan,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih, Senin (24/7/2017).

Ia mengatakan, dana yang diterima dari Kementerian Pariwisata akan digunakan untuk melakukan pembenahan, salah satunya pembinaan kepada pengelola pariwisata di bidang kebersihan. Pihak hotel juga turut dilibatkan, untuk memberikan pembinaan kepada sumber daya manusia pengelola obyek wisata, seperti pengaturan makanan yang berstandar internaional.

Public Relations Royal Ambarrukmo Yogyakarta Khairul Anwar mengakui, kebersihan dan akses memang menjadi perhatian yang perlu ditingkatkan secara signifikan. Kebersihan tidak hanya mengenai kebersihan area wisata dari sampah, tetapi juga higienitas kamar kecil serta perlengkapan penjelajahan destinasinya.

“Contohnya, desa wisata binaan kami di Kalisuci kan sudah mulai oke nih kamar kecilnya, tetapi kadang para penggunanya yang buru-buru, jadi kuramg bersih untuk bersihinnya,” tuturnya.

Royal Ambarrukmo sendiri sudah melakukan pelatihan tentang Housekeeping yaitu meliputi tips dan trik membersihkan dan merawat obyek wisata. Ia mengakui, standar selera orang luar negeri jauh lebih rumit dibandingkan Indonesia.

Terkait kebersihan air, baik yang dikonsumsi maupun untuk di kamar mandi misalnya, selalu menjadi perhatian besar mereka. Ia berpendapat, edukasi kebersihan juga perlu didukung para pengguna destinasi wisata, bukan hanya pelakunya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis