UGM Luncurkan Sistem Informasi Museum

Nina Atmasari
Nina Atmasari Rabu, 26 Juli 2017 18:55 WIB
UGM Luncurkan Sistem Informasi Museum

Universitas Gadjah Mada (UGM)  menggelar Launching Sistem Informasi dan Manajemen Museum

Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Gadjah Mada (UGM)  menggelar Launching Sistem Informasi dan Manajemen Museum di Balai Senat Lantai 2 Gedung Pusat UGM Jogja, Rabu (26/7/2017).

Kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh dan pendiri yang pernah berkontribusi membangun UGM serta para keluarga dari intelektual UGM Jogja yang telah wafat, seperti cucu dari KH Hajar Dewantara.

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Prof Suratman mengatakan sistem informasi museum merupakan terobosan UGM untuk mendedikasikan museum menjadi tempat inovasi peradaban, dengan cara meresmikan Informasi Teknologi (IT) untuk Museum for Pabrik, Museum for Education, Museum for Sosio Patnership yang merupakan upaya UGM dalam membangun bangsa.

Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda sejarah. “Museum diharapkan dapat membangun karakter bangsa dengan cara mengenali budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan mengenali sejarah perjuangan para pahlawannya, sehingga bisa menjadi kontroksi leadership,” ujar Suratman.

Ia menambahkan, salah satu cara dalam membangun leadership bisa dengan melihat museum, misalnya, ingin melihat keteladanan Jenderal Soedirman, keteladanan Sarjito waktu perang dan Pangeran Diponegoro.

Sistem informasi museum nantinya dapat memudahkan masyarakat untuk mencaritahu tentang artefak dan sisa-sisa dari peninggalan sejarah. Namun, di sisi lain minat untuk berkunjung ke museum di Indonesia masih sangat minim, tidak seperti keberadaan museum yang ada di negara lain, yang rame dengan pengunjung.

“Seperti Museum yang ada di Louvre, Prancis, Inggris dan Amerika yang pengunjungnya itu sudah seperti mall, sehingga keberadaan museum bisa menjadi ekonomi bangsa,” tutur Suratman.

Lebih lanjut, Suratman mengatakan, untuk tata ruang dan fasilitas dalam Museum yang ada di Indonesia minimalis, jika dibandingkan dengan Negara lain yang luas museumnya bisa mencapai luasan hektare dan bisa dipakai untuk berjalan-jalan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online