Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Kepala BPJS Kesehatan Sleman-Kulonprogo Janoe Tegoeh Prasetijo (tiga dari kanan) berfoto bersama usai penandatanganan MoU program donasi JKN KIS, Jumat (28/7/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Jaminan Kesehatan Nasional juga merambah warga tak mampu
Harianjogja.com, SLEMAN -- Sebanyak 180 warga tidak mampu diikutkan program donasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) BPJS Kesehatan Sleman. Program donasi tersebut bisa dilakukan oleh perseorangan ataupun badan usaha.
Kepala BPJS Kesehatan Sleman-Kulonprogo Janoe Tegoeh Prasetijo mengatakan, saat ini baru ada empat badan usaha yang mendaftarkan warga tidak mampu menjadi peserta JKN KIS. Mereka menuangkan dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) badan usaha.
"Baru ada empat pengusaha optik yang ikut program donasi ini dengan mengcover 180 jiwa dari keluarga tidak mampu," katanya usai penandatangan MoU dengan badan usaha untuk program donasi JKN-KIS, Jumat (28/7/2017).
Jumlah tersebut masih jauh dari jumlah badan usaha yang ada di Sleman. Tercatat jumlah peserta JKN-KIS dari badan usaha di Sleman sebanyak 1.500 perusahaan. Masih ada sekitar 200 perusahaan yang belum menjadi peserta.
"Program donasi ini bukan paksaan. Namun kami berharap bisa menjadi inspirasi bagi badan usaha ataupun perseorangan untuk ikut membantu mereka yang tidak mampu menjadi peserta JKN KIS," harapnya.
Menurut Janoe, pprogram tersebut bisa diikuti secara perorangan atau Badan Usaha atau lembaga lain. Program ini untuk memupuk kepedulian dengan mendaftarkan keluarga yang membutuhkan uluran tangan untuk menjadi peserta JKN-KIS. "Kami sudah sosialisasikan program ini ke gereja-gereja dan kalangan pondok pesantren. Mereka menilai positif untuk bersama-sama membantu keluarga tidak mampu," katanya.
Selain oleh empat pengusaha Optik tersebut, program donasi sudah dilakukan oleh seluruh karyawan BPJS Kesehatan Sleman dan Kulonprogo. Masing-masing karyawan minimal mendonasikan pendapatannya untuk dua warga yang tidak mampu menjadi peserta JKN-KIS. Bahkan, katanya ada yang mampu mengcover 10 KK. "Dari jumlah penduduk miskin yang ada, yang baru tercover program JKN KIS lewat integrasi Jamkesda baru 68.000 orang untuk Sleman dan 20.000 orang untuk Kulonprogo," jelasnya.
Ketua Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) DIY Muhamad Arifin mengatakan, total 15 pengusaha optik yang mengikuti program donasi ini. Sebelas pengusaha di Jogja dan empat di Sleman. Adapun jumlah warga yang tercover program ini di wilayah Jogja tercatat 770 orang dan di Sleman 180 orang. "Kami masih memiliki 130 anggota pengusaH optik di DIY. Ini akan menjadi pilot project akan kami sampaikan pada Rakernas Gapopin pada September mendatang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand dan menang agregat 4-2 di final.
APBD Perubahan Kulonprogo 2026 mengalokasikan Rp8 miliar untuk Bank BPD DIY dan Bank Kulonprogo, tetapi dasar hukumnya disorot DPRD.
Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang di dunia versi Noise-Free Nations Index 2026 dengan skor 89,44. Simak 10 negara paling tenang dan alasannya