Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Sebanyak 70 anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) terpilih dari SMA Negeri 1 Kasihan ikuti latihan paskibra di Lapangan Sepak Bola Kasihan Bantul
Harianjogja.com, BANTUL-Dalam rangka mempersiapkan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-72 sebanyak 70 anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) terpilih dari SMA Negeri 1 Kasihan ikuti latihan paskibra di Lapangan Sepak Bola Kasihan Bantul, Senin (31/7/2017).
Latihan ini dimulai pada pukul 07:00-11:00 WIB dan telah berlangsung sejak Minggu (23/7/2017) akan berakhir hingga Selasa (15/8/2017) dan pada Rabu (16/8/2017) para anggota paskibraka diberi waktu untuk istirahat.
Adapun yang menjadi pemandu selama latihan, yaitu, Serka Yudiman, Serda Sugiyono, dari Koranmil 03/Kasihan dan Aiptu Sudarsana, Bripka Rista dari Polsek Kasihan.
Serka Yudiman selaku pemandu latihan mengatakan, untuk menjadi anggota paskibra dilakukan proses seleksi kesehatan dan cara baris-berbaris yang benar. "Setelah itu dilakukan pengelompokan untuk masuk dalam pasukan paskibraka sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik siswa," ujar Yudiman, Senin (31/7/2017).
Ia menambahkan, latihan paskibra ini diawali dengan latihan gerakan dasar, penghormatan dan sikap sempurna, seperti, hadap kanan, hadap kiri dan balik kanan yang sesuai dengan aturan.
"Setelah latihan gerakan dasar, lalu diaplikasikan ke dalam tahap pengibaran bendera yang terdiri dari kelompok 17, kelompok 8 dan kelompok 45 dimana yang menjadi pokok dari barisan adalah kelompok 8, jadi diperlukan latihan yang ekstra, dituntut kekompakkan tim, kebersamaan dalam melaksanakan tugas dan rasa tanggung jawab yang tinggi pada diri masing-masing," kata Yudiman
Aiptu Sudarsana mengaku, sejauh proses latihan paskibra ini sedikit terjadi kendala dan dapat diatasi secara seksama, seperti, masalah waktu dari pihak guru meminta untuk dilakukan latihan secara selang-seling pagi dan sore, namun dari siswa lebih nyaman bila dilakukan di pagi hari.
Setelah dilakukan diskusi bersama Guru, akhirnya, kedua pihak sepakat dilakukan pagi hingga menjelang siang. "Setelah mengikuti latihan, siswa bisa ikut menyusul untuk belajar di sekolah," ujar Sudarsana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.
Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan setelah kedua negara membahas penanganan karhutla.
GKR Mangkubumi mengajak warga menjaga Jogja tetap damai saat aksi 28 Oktober. Satpol PP DIY menegaskan tugas Jaga Warga menjaga lingkungan.
Pegadaian meraih The Finance Special Award 2026 kategori The Most Innovative Digital Transformation berkat inovasi layanan digital dan penguatan inklusi keuanga
Pakar PBB mendesak Meta menjamin kebebasan berekspresi selama pemilu Brasil di tengah laporan pembatasan konten politik.