KPPIP Mulai Lakukan Studi Kelayakan Jalan Tol Jogja-Bawen

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 10 Agustus 2017 16:20 WIB
KPPIP Mulai Lakukan Studi Kelayakan Jalan Tol Jogja-Bawen

Operator pembangunan jalan tol Salatiga-Kartasura, Senin (31/7/2017) mengoperasikan alat-alat berat dan truk di lokasi proyek yang melintasi wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Proyek jalan bebas hambatan sepanjang 29,02 km yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa tersebut saat ini masih dalam tahap pembersihan lahan. Padahal, pembangunannya ditargetkan selesai oleh pemerintah pada 2018 mendatang. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas atau KPPIP mulai membahas studi kelayakan pembangunan jalan Tol Jogja Bawen

Harianjogja.com, SLEMAN- Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas atau KPPIP mulai membahas studi kelayakan pembangunan jalan Tol Jogja Bawen.

Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=833746">JALAN TOL : Semua Pihak Dukung Larangan Jalan Tol di DIY

Berdasarkan studi awal, kata Direktur Proyek Jalan dan Jembatan KPPIP Max Antameng wilayah DIY hanya dibutuhkan 8,5 km saja untuk jalan menghubungkan jalan Tol dari Bawen hingga wilayah Solo tersebut.

Namun Max enggan menyebut titik-titik mana yang akan dijadikan lahan jalan Tol tersebut. Menurutnya, rute calon lahan pembangunan jalan tol masih berupa garis dan belum ditentukan secara detail.

"Ini baru studi, ya semacam sosialisasi, yang disampaikan kepada Pemda, kebutuhannya sekitar 8km saja dari perbatasan," katanya saat ditemui Harianjogja.com, Rabu (9/8/2017) dalam kegiatan penyusunan outline business proyek jalan Tol Jogja Bawen di Easparc Hotel.

Max mengatakan, kebutuhan lahan sepanjang 8,5km untuk menyambungkan jalan tol Bawen-Jogja-Solo tersebut masih mungkin berubah. Hal itu bisa berubah sesuai sesuai policy atau kebijakan pemerintah.

Meski begitu, pembangunan jalan tol relasi Bawen Jogja Solo dikondisikan pembangunannya dengan rute rencana pembangunan jalan Tol yang menghubungkan Kulonprogo dengan Bawen dan Tol Jogja-Solo. "Jadi rencananya semua terkoneksi," katanya.

Pihaknya menarget studi tersebut selesai sampai akhir tahun ini. Tahapan selanjutnya, hasil studi akan disampaikan kepada pemerintah setempat. Jadi tidaknya pembangunan jalan tol tersebut, menurut Max, tetap mengacu pada pertimbangan aspek teknis dan juga aspek kebijakan.

"Pemerintah daerah maunya seperti apa? Yang jelas ini bagian dari proyek strategis yang akan dilakukan oleh Pemerintah pusat," katanya.

Kepada Harianjogja.com, Sekda Sleman Sumadi mengatakan, kegiatan tersebut baru pertemuan awal. "Ini baru studi. Jadi belum menghasilkan apa-apa," katanya.

Menurutnya, rencana pembangunan Tol Jogja Bawen sudah ada dalam rencana strategis pembangunan nasional. Pada dasarnya, kata Sumadi, mendukung rencana tersebut. "Hanya saja, masih dibutuhkan pembahasan lebih dalam lagi," kata Sumadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online