Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Belantara reklame tak berizin di kawasan Malioboro mulai ditertibkan, sejumlah papan nama toko dicopot dan tinggal kerangkanya saja seperti terlihat pada, Jumat (6/7).
Pemerintah Kota Jogja menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sampai akhir tahun ini sebesar Rp556,5 miliar
Harianjogja.com, JOGJA -Pemerintah Kota Jogja menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sampai akhir tahun ini sebesar Rp556,5 miliar. Untuk memenuhi target tersebut, beberapa jenis pajak daerah sebagai salah satu sumber PAD digenjot.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jogja, Kadri Renggono mengatakan ada kenaikan target PAD pada APBD Perubahan tahun ini dari Rp511,1 miliar menjadi Rp556,5 miliar. Target tersebut salah satunya akan dipenuhi dari pajak daerah sebesar Rp346,9 miliar.
Namun tidak semua pajak daerah yang ditarget meningkat. Dari 10 jenis pajak daerah, hanya beberapa jenis pajak yang ditarget meningkat, di antaranya adalah pajak hiburan Rp6 miliar, pajak bumi dan bangunan Rp8,2 miliar, dan pajak hotel dan restoran masing-masing lima miliar.
Selain itu dari retribusi daerah juga meningkat Rp2,45 miliar, “Peningkatan ini karena adanya peningkatan dari retribusi IMB Rp2,8 miliar,” kata Kadri, di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Kamis (7/9/2017).
Kadri mengatakan selain dari sektor pajak daerah, target PAD juga ditunjang dari pendapatan lain-lain yang di antaranya dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakkit Jogja sebesar Rp7 miliar dan pengembalian hibah Komisi Pemilian Umum (KPU) sebesar tiga miliar. Dengan adanya target kenaikan PAD, kata Kadri maka defisit anggaran bisa ditekan. “Sebelumnya defisit Rp136 miliar, di anggaran perubahan menjadi Rp92 miliar,” ujar Kadri.
Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja, Rifki Listianto mengatakan target pendapatan daerah ini masih bisa dinaikkan kembali terutama dari sektor pariwisata seperti hotel dan restoran. Ia mendorong penerapan pembayaran pajak elektronik atau e-tax segera direalisasikan untuk mengoptimalkan pendapatan pajak.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan segera menerapkan sistem e-tax mulai tahun depan. Saat ini baru ada beberapa obyek pajak yang sudah menerapkan sistem e-tax, di antaranya Hotel Tentrem, Hotel Inna Garuda, dan Hotel Melia Purosani, KFC, Mc Donald, dan Pizza Hut. Para wajib pajak tersebut pun diberikan kompensasi pembayaran pajak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Cisdi mendesak kenaikan cukai rokok 50%. Riset memperkirakan output ekonomi naik Rp315,1 triliun dan 1,14 juta lapangan kerja tercipta.
IHSG ditutup menguat 0,31% ke 5.282,31 mengikuti bursa Asia. Saham kesehatan memimpin kenaikan, sedangkan sektor infrastruktur melemah.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Polresta Sleman mengungkap dugaan perakitan senjata api ilegal di Turi dan mengamankan dua tersangka serta sejumlah senjata dan amunisi.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mundur dari Hylo Open 2026 setelah Daniel mengalami nyeri lutut kiri saat latihan.