Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Ilustrasi industri pembuatan tahu. (JIBI/Solopos/Antara)
UMKM Sleman, bahan baku kedelai belum seutuhnya aman.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengukuhkan sentra industri tahu Krapyak Margoagung Seyegan. Sayang sektor ini masih terkendala bahan baku.
Salah seorang pengrajin tahu warga Krapyak, Sunardi mengatakan, bahan baku pembuatan tahu masih menjadi kendala yang perlu dicarikan solusi oleh pemerintah. Selama ini, katanya, bahan baku masih banyak dipasok dari luar daerah.
"Selain itu, harga kedelai naik terus tapi harga tahu masih sama," ungkap Sunardi, Sabtu (9/9/2017).
Kondisi tersebut, kata Sunardi sejatinya cukup memberatkan para pengrajin. Pasalnya biaya produksi menjadi tinggi. Kalau tidak mendapatkan untung sedikit, banyak perajin yang merugi.
"Kalau dihitung ongkos karyawan sebenarnya kami merugi dengan harga kedelai yang tinggi," ujarnya.
Saat ini kata Sunardi, harga kedelai dipatok Rp80.000 perkg sementara harga tahu Rp6.000 perkg. Dia berharap selain menekan harga kedelai, pemerintah mampu meningkatkan produksi kedelai.
"Kami juga berharap perluasan pemasaran. Saat ini sudah memasarkan ke wilayah Magelang," katanya.
Sentra industri tahu tersebut diresmikan pekan lalu oleh Bupati Sleman Sri Purnomo. Sebagai sentra industri, Ketua Kelompok Sentra Industri Tahu Krapyak Irwanto berharap agar ada peningkatan dan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah agar industri ini mampu terus beroperasi. "Dengan adanya sentra tahu ini kami berharap dapat meningkatkan perekonomian para pengrajin tahu dan lingkungan sekitar," harapnya.
Saat ini ada 75 pengrajin tahu meliputi 3 padukuhan Kring 8, Kring 9, dan Kring 10 Krapyak Barepan. Industri ini mampu menyerap tenaka kerja sebanyak 150 orang. Menurutnya usia pengrajin kebanyakan sudah beralih ke generasi penerusnya. "Rata-rata sehari bisa memproduksi 2,5 ton kedelai menjadi tahu kuning yang dipasarkan di pasar tradisional," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Tri Endah Yitnani mengatakan, pengukuhan tersebut akan memperkuat kelembagaan sentra industri di Sleman. Hal itu dinilai penting karena industri kecil dan menengah merupakan tulang punggung bagi perekonomian makro. Pihaknya akan melakukan penguatan kelembagaan, pengembangan teknologi tepat guna, peningkatan daya saing produk dan peningkatan jejaring pemasaran.
Ditambahkan Endah, pihaknya akan melakukan pendampingan kepada para perajin. Disperindag juga akan membantu akses permodalan, peningkatan sarana dan prasarana.
"Kami ingin meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran. Kalau saat ini tahu masih dipasok dari luar Sleman ke depan mampu dipasok oleh produk dari sleman sendiri,” tekadnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Menhut Raja Juli Antoni memperkuat operasi karhutla Kalsel dengan tambahan armada water bombing dan helikopter dari Riau.
Enam pamong kalurahan ikut Pilur Gunungkidul 2026. Mereka wajib mundur dari jabatan jika ditetapkan sebagai calon lurah pada 8 September.
Bromo kembali dibuka untuk wisatawan dengan kuota 2.752 orang per hari. Menpar mengingatkan pengunjung menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.
Bansos Agustus 2026 diprioritaskan bagi Desil 1-4. Simak daftar PKH, BPNT, PBI-JK, dan ATENSI beserta batas desilnya.
Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter dibentangkan di Pantai Parangtritis hingga Parangkusumo Bantul dalam peringatan HUT ke-81 RI.