Anak Muda Bawa Cerita Rakyat Jogja ke Persoalan Kekinian
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Pekerja sedang membersihkan sendimen di saluran drainase di Alun-alun utara Solo, Kamis (14/11). Sendimen yang menumpuk tersebut mengakibatkan genangan air jika turun hujan
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mulai memperlebar saluran air hujan atau drainase di Jalan Timoho
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mulai memperlebar saluran air hujan atau drainase di Jalan Timoho.
Revitalisasi drainase sepanjang sekitar 30 meter ini akan mengganggu arus lalu lintas di jalur tersebut sehingga akan ada penutupan jalan, mulai pagi ini, Selasa (12/9/2017) sampai Kamis (14/9/2017) lusa.
Penutupan dimulai dari Simpang Kampus Janabadra dari sisi utara dan Simpang Balai Kota Jogja dari selatan. “Sebenarnya penutupan jalan dimulai hari ini [kemarin] tapi belum siap, jadi diundur sehari. Kami targetkan penggalian dan pemasangan boks akan selesai tiga hari,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air, DPUPKP Kota Jogja, Aki Lukman Nur Hakim, Senin (11/9/2017).
Aki mengatakan revitalisasi drainase di Jalan Timoho harus segera dilakukan karena akan menghadapi musim penghujan. Selama ini diakuinya di Jalan Timoho sering terjadi genangan air saat hujan dengan intensitas lebih dari satu jam meski sudah ada drainase dengan ukuran 80 senti meter.
Drainase yang ada saat ini, kata dia, tidak lagi mampu menampung volume air hujan karena aliran air hujan yang masuk drainase tidak hanya dari wilayah Kota Jogja, namun juga kiriman dari wilayah Sleman.
Pihaknya sudah berkali-kali melakukan pelumpuran atau pembersihan drainase, namun genangan masih tetap terjadi terutama di utara Simpang Balai Kota Jogja.
"Karena itu, peningkatan drainase cukup mendesak,” kata Aki.
Drainase di Jalan Timoho akan ditingkatkan dari 80 sentimeter menjadi 1,5 meter. Berbeda dengan drainase semulai yang tertutup semua. Drainase kali ini didesain terbuka bagian atasnya, hanya ditutp dengan besi sehingga banyak celah untuk pembuangan air hujan.
Saluran air hujan di kawasan tersebut akan dijadikan satu dengan drainase Jalan Kenari untuk dibuang ke Sungai Gajahwong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
DPRD Bantul mengubah aturan toko modern. Jarak minimal menjadi 1 km, produk UMKM wajib mendapat ruang, dan 50% pekerja harus warga lokal.
Bahlil Lahadalia memastikan pengadaan impor minyak melalui BLU Lemigas tidak memakai APBN. Skema Perpres 107/2026 masih dalam masa transisi.
Cisdi mendesak kenaikan cukai rokok 50%. Riset memperkirakan output ekonomi naik Rp315,1 triliun dan 1,14 juta lapangan kerja tercipta.
IHSG ditutup menguat 0,31% ke 5.282,31 mengikuti bursa Asia. Saham kesehatan memimpin kenaikan, sedangkan sektor infrastruktur melemah.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.