Penampilan SD Al-Azhar 38 Bantul Pukau Penonton UCMF

Sunartono
Sunartono Jum'at, 22 September 2017 17:28 WIB
Penampilan SD Al-Azhar 38 Bantul Pukau Penonton UCMF

SD Islam Al Azhar 38 Bantul berhasil memukau penonton dalam perhelatan UNY Chamber Music Festival (UCMF) 2017

Harianjogja.com, SLEMAN - SD Islam Al Azhar 38 Bantul berhasil memukau penonton dalam perhelatan UNY Chamber Music Festival (UCMF) 2017 di Laboratorium Karawitan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY Jogja, Rabu (20/9/2017) malam.

Tim Biola sekolah ini membawakan medley dua lagu daerah dengan alat musik Violin, Keyboard dan Jimbe pada acara tersebut.

"Alhamdulillah penampilan berjalan lancar dan mendapat respon positif dari penonton," terang Rahmawati Koordinator Ekstra Kurikuler Biola SD Islam Al-Azhar 38, Rabu (20/9/2017) malam.

Para siswa tersebut membawakan dua lagu daerah, yang berjudul Suwe Ora Jamu dan Gundul-Gungul Pacul. Violin dibawakan 10 siswa antara lain, Khalila, Kira, Anindita, Embun, Fathia, Hazel, Nasya, Natya, Tsaraya dan Zulfa. Sedangkan Syifa membesut Keyboard dan Jimbe dimainkan oleh Nur Ikhsan dan Muhammad Faza. Mereka siswa siswi SD Islam Al-Azhar 38 yang tergabung dalam kelas lanjutan di Ekstrakurikuler Biola.

Meski termasuk penampilan perdana sejak berdiri di 2014, namun ia menilai siswanya dapat melaksanakannya dengan baik. Bahkan penonton sangat menikmati dua lagu yang dimainkan SD Islam Al-Azhar 38 tersebut.

Karena persiapan telah dilakukan selama sebulan sebelum tampil di UCMF tersebut. "Kendala latihan, kadang konsentrasi anak sering pecah karena ada suara satu dan dua menyelaraskan," kata dia.

Pihaknya mengapresiasi panitia UCMF karena telah memberikan ruang untuk memproduksi musik bagi anak-anak, terutama memberikan cara pandang pementasan yang menjadi pengalaman berharga bagi siswa. Motivasi utama dalam penampilan di UCMF, kata dia, memberikan pengalaman sekaligus melatih untuk belajar mengapresiasi seni.

Selain itu mengasah kecerdasan musikal, serta mengajak wali murid memahami konsep hiburan untuk anak, bentuk dan corak hiburan dalam apresiasi keragaman seni baik seni musik, suara dan pertunjukan.

Rahmawati menambahkan, dalam pementasan semalam, anak-anak dapat mengekspresikan diri dan menghibur, karena sangat langka sekolah dasar yang bersedia ikut dalam pementasan dengan beragam pengisi acara.

Selain itu anak dapat mengetahui cara menyiapkan seni pertunjukan, mulai dari perencanaan, mengorganisasi sehingga mereka tergugah rasa percaya diri dan berani. "Intinya kami mendorong anak-anak berlatih menyajikan hiburan dan pertunjukan," ujarnya.

UCMF 2017 digelar dengan melibatkan 14 chamber musik dari tingkat SD, SMP, SMA dan Mahasiswa yang ada di DIY dan Jawa Tengah. Kegiatan ini untuk mengembangkan bakat siswa dalam bidang musik.

Dekan FBS UNY Widiastuti Purbani mengatakan, seni musik masih dianggap kurang penting, karena yang dipuji selalu intelektualitas. Padahal kemampuan bukan hanya soal IQ, namun juga ada kemampuan seni. "Kegiatan ini merupakan sebuah ajang untuk memampilkan kreativitas siswa dalam seni musik," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online