Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Gubernur DI. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didampingi sang istri, GKR Hemas serta Wakil Gubernur DI. Yogyakarta, Paku Alam X dan istri, GKBRAy Adipati Paku Alam X menerima ucapan selamat Idul Fitri dan permohonan maaf dari masyarakat Jogja dan para pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi DI. Yogykarta pada acara Syawalan di Pendopo Kepatihan, Senin (3/7). (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Rencana pelantikkan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Jakarta tidak akan mempengaruhi Keistimewaan DIY.
Harianjogja.com, JOGJA-Asisten Keistimewaan Sekretariat Daerah DIY Didik Purwadi menyebut rencana pelantikkan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Jakarta tidak akan mempengaruhi Keistimewaan DIY.
“Tidak tergantung dengan pelantikan. Pelantikan gubernur menjadi domain pusat. Keistimewaan DIY bukan berarti esklusif dan mengikuti kemauannya sendiri. DIY tetap DIY selevel provinsi yang masuk konteks NKRI [Negara Kesatuan Republik Indonesia],” jelasnya ketika ditemui diruangannya, Kamis (5/10/2017).
Dengan demikian, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tetap akan mengikuti peraturan yang ada di level nasional. Karena itulah ia menyatakan, jika pelantikan memang akan dilaksanakan di Jakarta, pihaknya akan tetap mengikuti.
“Sehingga sudah ada peraturan itu ya kami ikuti saja, jadi kalau misalkan dilantik di Jakarta ya kami ikuti saja. Itu tidak akan berpengaruh dengan keistimewaan DIY,” sebutnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Gatot Saptadi mengatakan mengenai masalah undangan pihaknya akan menunggu surat resmi terlebih dahulu mengenai tempat dan waktu pelantikan. Karena sejauh ini informasi yang diterima baru sebatas lisan saja.
Ia menambahkan, pihaknya akan menyerahkan semuanya ke Pemerintah Pusat selaku penyelenggara acara. Ia menyatakan Pemda DIY akan ikut dengan keputusan pusat, “Kami tidak dalam posisi mengatur acara. Tamu yang ngurusin itu Jakarta. Dapat undangan berapa pun kami ikut,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.