Tragis, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Pikap di Dlingo Bantul

Yosef Leon
Yosef Leon Jum'at, 22 Mei 2026 21:17 WIB
Tragis, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Pikap di Dlingo Bantul

Ilustrasi./Reuters

Harianjogja.com, BANTUL — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah perbukitan Bantul. Insiden yang melibatkan mobil pikap dan seorang pejalan kaki di Jalan Terong–Mangunan, Dusun Kebokuning, Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo, Jumat (22/5/2026) pagi, berujung tragis. Seorang pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, saat kondisi jalan masih relatif sepi dengan pencahayaan yang terbatas. Mobil pikap jenis Suzuki Futura bernomor polisi AB-8571-WK yang melaju dari arah utara ke selatan tiba-tiba menabrak seorang pejalan kaki yang berada di depannya.

Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga terjadi karena jarak antara kendaraan dan korban sudah terlalu dekat sehingga pengemudi tidak sempat menghindar.

“Sesampainya di lokasi kejadian, di depan kendaraan terdapat seorang pejalan kaki yang berjalan searah dari utara ke selatan. Karena jarak sudah dekat dan pengemudi tidak dapat menghindar, kendaraan kemudian membentur pejalan kaki hingga terjatuh,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Mobil tersebut dikemudikan oleh SR, 46, warga Muntuk, Dlingo. Dalam kejadian itu, pengemudi tidak mengalami luka. Namun korban berinisial S, 64, warga Terong, Dlingo, mengalami cedera kepala berat akibat benturan keras.

Korban sempat dilarikan ke RS Permata Husada untuk mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara pasti penyebab kecelakaan. Sementara itu, kendaraan pikap hanya mengalami kerusakan ringan berupa goresan pada bagian bumper depan dengan estimasi kerugian sekitar Rp100.000.

Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko berkendara di jalur perbukitan seperti Dlingo. Selain kondisi jalan yang relatif sempit, sejumlah titik juga minim penerangan, terutama pada pagi buta saat aktivitas warga mulai meningkat.

Polisi mengimbau seluruh pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengemudi diminta menjaga kecepatan kendaraan dan selalu memperhatikan kondisi sekitar, termasuk keberadaan pejalan kaki yang melintas.

"Petugas juga masih mendalami kemungkinan faktor lain yang memicu kecelakaan, termasuk kondisi jalan dan jarak pandang pengemudi saat kejadian," pungkas Rita.

Dengan meningkatnya mobilitas warga di pagi hari, kehati-hatian menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang. Polisi berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bersama agar keselamatan di jalan tetap menjadi prioritas utama di wilayah Bantul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online