Binda DIY Berharap Kampus Proaktif Urus Pengadaan TPS Khusus
Binda DIY berharap kampus-kampus di wilayah DIY proaktif mengurus dan menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) khusus bagi mahasiswa yang tak dapat pulang
Harianjogja.com, JOGJA—Institut Sains dan Teknologi Akademi Perindustrian (IST Akprind) Jogja, almamater tempat Dwi Hartanto mengenyam pendidikan sarjana dibikin terkejut dengan kelakuan alumnusnya yang menebar banyak bualan di berbagai forum.Padahal, otoritas kampus sebelumnya berencana menjadikan Dwi Hartanto sebagai bahan promosi kampus.
Rektor IST Akprind, Amir Hamzah, mengakui Dwi Hertanto adalah lulusan Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri yang tamat pada 2005. “Kami kaget dengan berita ini. Walaupun sebenarnya ini sudah dunia alumnus, tapi jelas jadi membawa nama Akprind,” ujar Amir saat dihubungi Harianjogja.com melalui ponsel, Minggu (8/10/2017).
Sebelumnya, Akprind sempat merasa bungah dan bangga ketika pertama kali mendengar heboh The Next Habibie yang dilekatkan sejumlah media massa kepada Dwi Hartanto seusai ajang Diaspora Indonesia akhir 2016 silam.
"Awalnya kami ingin mengecek apakah betul Dwi lulusan kampus kami. Motif awalnya sebetulnya prestasi Dwi itu bisa untuk mengangkat nama kampus, bisa untuk promosi," kata pengajar yang pernah menjadi Dosen Berprestasi Tingkat III Kopertis Wilayah V tersebut.
Seperti dikutip dari Liputan6.com, Dwi membuat heboh lantaran pada Februari 2017 lalu, Dwi mengaku telah menamatkan studi doktoralnya di TU-Delft bidang kedirgantaraan, dengan beasiswa dari pemerintah Belanda.
Pemuda itu juga mengaku mengikuti kompetisi riset teknologi kedirgantaraan bergengsi di Jerman pada Juni 2017, yang diikuti oleh ESA (Eropa), NASA (AS), DLR (Jerman), ESTEC (Belanda), JAXA (Jepang), UKSA (Inggris), CSA (Kanada), KARI (Korea), AEB (Brazil), INTA (Spanyol), dan negara-negara maju lain.
Namun, pada Minggu (8/10/2017) ia kembali mengguncang dunia dengan mengirim surat pengakuan bahwa informasi prestasi yang ia sebutkan adalah tidak benar.
“Saya bermaksud memberikan klarifikasi dan memohon maaf atas informasi-informasi yang tidak benar tersebut,” lanjut Dwi menguak kebohongannya.
Permohonan maaf sebanyak lima lembar yang diparaf oleh Dwi di atas materai itu juga mengklarifikasi seluruh pengakuan palsu dan sesumbar Dwi atas klaim prestasi yang telah ia sebutkan.
Pada akhirnya, dalam surat tersebut, pria yang sempat digadang-gadang sebagai ‘the next Habibie‘ itu mengatakan, “Saya mengakui itu adalah kebohongan semata.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Binda DIY berharap kampus-kampus di wilayah DIY proaktif mengurus dan menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) khusus bagi mahasiswa yang tak dapat pulang
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.
Kemenhaj temukan dugaan pungli layanan kursi roda haji di Makkah. Tarif mencapai Rp10 juta, jauh di atas harga resmi.