Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Ratusan SMK Negeri 1 Bawen, Rabu (20/9/2107), menggelar karnaval di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Para siswa tampak mengarak lambang Garuda Pancasila dalam acara bertajuk Parade Kolosal Kebangsaan SMK Negeri 1 Bawen itu. Acara yang melibatkan para siswa baru SMKN 1 Bawen tersebut bertujuan untuk menguatkan semangat persatuan di tengah keberagaman suku dan kepercayaan yang ada pada masyarakat Indonesia. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Bupati Gunungkidul minta lembaga agama terlibat pembangunan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menilai pembangunan daerah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Lembaga agama juga diharapkan turut serta dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Hal itu diungkapkan Bupati Gunungkidul, Badingah saat menghadiri peresmian Paroki Santo Yusuf, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Minggu (8/10/2017) malam. Paroki sendiri merupakan komunitas umat katolik yang dibentuk secara tetap dengan batas-batas kewilayahan tertentu dalam Keuskupan yang membawahi beberap gereja.
Menurutnya, dengan adanya Paroki tersebut diharapkan mampu menyiapkan generasi muda yang berkualitas untuk mendukung pembangunan Gunungkidul. "Gereja hendaknya juga menjadi mitra pemerintah dalam menanamkan dan membangun kareakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai etika dan moral, memiliki etos kerja yang baik dan berdaya saing sehingga menjadi sumber daya manusia yang berkwalitas membangun Gunungkidul,” kata dia, Minggu (8/2017).
Lanjutnya lagi lembaga keagaamaan juga diharapkan ikut berpartisipasi bersama pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. "Saya berharap lembaga keagaaman, termasuk gereja Katolik santo Yusuf, Bandung juga turut berpartisipasi dalam pelayanan pemberdayaan masyarakat baik bidangng kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, pendidikan hingga perekonomian," ungkapnya.
Sementara itu Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, Pr yang juga hadir dalam peresmiaan tersebut berharap Paroki dalam memberikan manfaat luas. Tidak hanya untuk umat katolik namun juga bagi masyarakat umum yang ada di Gunungkidul.
Menurut dia sudah seharusnya gereja bermanfaat bagi sesama, sehingga tidak eksklusif dan harus terbuka bagi siapa saja. Di tengah masyarakat yang terdiri dari berbagai umat beragama, diharapkan tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia. "Marilah kita srawung (Berhubungan dengan masyarakat), tidak menjadi kelompok eksklusif," ungkapnya.
Mgr Robertus mengatakan, persatuan umat beragama di Gunungkidul tak lepas dari campur tangan pemerintah, termasuk berdirinya Paroki mandiri di wilayah barat ini. "Kami ucapkan terimakasih, mendukung kami bahkan memfasilitasi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.