Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional diperingati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan musibah kebakaran di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/4/2017). Simulasi bertemakan "Membangun Kesadaran, Kewaspadaan, dan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana" itu diikuti segenap unsur penanggulangan kedaruratan terkait bencana di Semarang. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
BPBD mulai menyiagakan masyarakat di Sleman untuk waspada bencana longsor.
Harianjogja.com, SLEMAN-- Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan, terdapat 200 titik rawan longsor yang tersebar di Kecamatan Prambanan selama musim hujan ini. Warga di kawasan rawan longsor kini mulai waspada bencana.
BPBD memetakan terdapat 200 titik lokasi rawan longsor di Kecamatan Prambanan saja. Joko Lelono, Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman mengatakan masih ada kemungkinan penambahan titik rawan longsor lainnya, “Kurang lebih 200 tapi kita tidak bisa memastikan jika ada penambahan,” ujarnya, Selasa (10/9/2017). Disebutkannya, hanya Desa Madurejo dan Sumberharjo yang tidak memiliki rekahan potensi longsor. Potensi rekahan tanah muncul di sepanjang pegunungan Prambanan yang masuk wilayah Desa Gayamharjo, Wukirharjo, Sumberejo, dan Bokoharjo.
Saat ini kata dia, masyarakat di Prambanan mulai memasuki masa waspada bencana longsor. BPBD juga telah melakukan sejumlah kegiatan untuk menyiapkan kesiapsiagaan dan memetakan kerentanaan masyarakat. Joko mengatakan salah satunya masyarakat diajak untuk menutup rekahan kecil dengan tanah lempung untuk mengantisipasi air.
Kegiatan peningkataan kewaspadaan bencana belakangan juga banyak dilakukan di Desa Gayamharjo. Pasalnya, desa itu memiliki lereng yang cukup terjal sehingga potensi longsornya cukup tinggi. Selain itu, BPBD juga sudah melaksanakan apel siaga bencana di Kecamatan Pakem menghadapi musim hujan ini. Persiapan juga termasuk akses 24 jam terhadap kamera pengintai alias CCTV di Gunung Merapi dan mengaktifkan sistem peringatan dini bencana atau Early Warning System (EWS) di Prambanan. Joko mengatakan jika saat ini ada tiga EWS telemetri di Sleman yang tersebar di Gayamharjo, Sambirejo, dan Wukirharjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.