Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ilustrasi Kartu Identitas Anak (KIA). (JIBI/Solopos/Antara/Budiyanto)
Operator kurang, ribuan KIA belum bisa tercetak.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gunungkidul mengalami kendala dalam penebitan Kartu Identitas Anak (KIA). Hingga saat ini masih ada 6.000-an pemohon yang belum bisa dicetak kartunya dikarenakan kekurangan operator dalam pencetakan.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Eko Subiantoro, mengakui antusias dalam pengurusan KIA saat tinggi. Namun demikian, dalam penerbitan ada kendala. Hal ini disebabkan tenaga yang mengurusi masih kurang. Hingga sekarang, lanjut Eko, dinas hanya memiliki satu petugas yang mengurusi kartu penduduk untuk anak itu. Akibatnya sekitar 6.000-an pengajuan KIA belum bisa diproses. “Tenaga kita sangat terbatas sehingga harus antre untuk mencetaknya,” kata Eko kepada Harianjogja.com, Senin (13/11/2017).
Menurut dia, untuk permasalahan kekuragan operator dalam penerbitan KIA, lembaganya sudah mengusulkan ke Pemkab, namun hingga sekarang belum diberikan tambahan petugas. “Mudah-mudahan bisa setujui sehingga penumpukan dalam penerbitan dapat diselesaikan,” ujar mantan Sekretariat DPRD ini.
Lebih jauh dikatakan Eko, selain masalah kekurangan personel, secara umum dalam proses pengurusan KIA tidak ada kendala. Dari sisi ketersediaan blangko, ia mengaku masih memiliki cadangan sebanyak 14.000 blangko sehingga masih mencukupi untuk penerbitan hingga akhir tahun nanti. “Saya kira tidak ada masalah dan stoknya masih sangat mencukupi,” ungkapnya.
Meski ada keterlambatan dalam pencetakan kartu, hingga saat ini Disdukcapil Gunungkidul mengklaim telah mencetak lebih dari 12.000 KIA. Ditargetkan di akhir tahun ini ada 30.000 anak yang memeroleh kartu tersebut. “Kami akan berusaha dengan jalan terus melakukan sosialisasi. Sebagai daerah percontohan, kami memiliki kewajiban untuk memenuhi target dari pemerintah pusat,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
KPK catat lonjakan OTT Semester I 2026 dengan 7 kepala daerah terjaring. Asset recovery capai Rp 59,99 miliar. Simak data lengkap penindakan korupsi terbaru.
Timnas Indonesia siap hadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Jumat (31/7). Siaran langsung RCTI & iNews. Poin krusial demi tiket semifinal Piala AFF 2026.
Harga emas perhiasan hari ini Jumat 31 Juli 2026 naik tipis. Emas 24 karat di Lakuemas Rp2,227 juta dan Rajaemas Rp2,265 juta per gram.
Pemkot Jogja menggelontorkan lebih dari Rp6 miliar untuk membenahi drainase di Kotagede dan Rejowinangun serta membangun sumur resapan.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi harapan Indonesia di perempat final Taipei Open 2026.