Pembebasan Lahan JJLS Makan Waktu Paling Lama

I Ketut Sawitra Mustika
I Ketut Sawitra Mustika Selasa, 21 November 2017 11:55 WIB
Pembebasan Lahan JJLS Makan Waktu Paling Lama

Ilustrasi.dok

Pembangunan JJLS tergantung dari pembebasan lahan yang memakan waktu paling lama

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah DIY menolak jika pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dinilai agak stagnan. Proses pembebasan lahan, yang menjadi titik sentral percepatan proyek, selalu berjalan. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan untuk persoalan itu cukup lama.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY Bambang Sugaib mengatakan, proses pembebasan lahan memakan waktu yang cukup panjang. "Sementara, ada empat tahap yang harus dilalui, yakni perencananaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyerahan hasil," ketika ditemui di kantornya, Senin (20/11/2017).

Dalam setiap prosesnya, instansi yang menangani berbeda-beda. Pada tahap awal atau perencanaan dilaksanakan DPUP-ESDM DIY, lalu persiapan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, kemudian tahap selanjutnya ditangani Kantor Badan Pertanahan Kantor Wilayah DIY dan lalu diserahkan kembali ke instansi tempat Bambang mengabdi.

Ia mencontohkan, jalur Planjan-Tepus saja saat ini baru masuk tahap pelaksanaan yakni penilaian nilai lahan, bangunan dan lain-lain. Padahal, semuanya sudah direncanakan sejak tahun 2015 lalu. Penilaian appraiser akan selesai pada pertengahan Desember dan ditargetkan pembayaran bisa dilakukan pada Maret 2018.

Karena masih dalam tahap penilaian, jadi belum diketahui berapa dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan dijalur sepanjang 13 kilometer. Ketika penilaian sudah selesai dilakukan barulah masalah dana akan dirembugkan. Bambang menambahkan, memindahkan rancangan jalan di atas kertas tidak mudah, apalagi jika hal tersebut dilakukan di daerah seperti Gunungkidul. Ia mengatakan, dirinya harus mencari para pemilik tanah yang akan dilalui oleh JJLS.

“Harus ketemu dengan orangnya langsung, apa dia mau atau tidak. Setelah itu ketemu pak dukuh, sosialisasi. Komunikasinya itu yang butuh waktu. Volumennya juga banyak, akhirnya memang agak lama,” ucapnya.

Ia mengatakan, hal tersebut bukanlah masalah, hanya tentang waktu semata. Warga juga dinilai cukup kooperatif selama ini. Untuk mempercepatnya, mau tak mau pihaknya harus mengeluarkan tenaga ekstra. Pembebasan tanah  merupakan aspek yang sangat penting dan paling lama. Bambang mengatakan, kalau lahannya sudah bebas, pemerintah pusat bisa mengerjalan jalan dengan cepat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online