Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Sri Sultan HB X saat meninjau jembatan yang rusak di Wijirejo, Pandak, Kamis (30/11/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Dana terbatas, perbaikan diprioritaskan di beberapa titik.
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah memetakan perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana. Nantinya perbaikan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, provinsi dan kabupaten/kota sesuai kewenangannya masing-masing. Jenis penanganan dibagi jadi dua kategori yakni darurat dan dibangun ulang pada 2018.
“Tadi baru dirapatkan dengan Dinas PU [Pekerjaan Umum] kabupaten dan kota. Prinsipnya untuk memfinalkan mana yang akan ditangani secara darurat, dibangun ulang tahun 2018 dan mana yang ditangani berdasarkan kewenangan,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY M Mansur seusai rapat Senin (4/12/2017).
Untuk infrastruktur yang masuk dalam kategori darurat, ucapnya, akan diperbaiki segera dan harus selesai pada akhir 2017. Penanganan darurat dibutuhkan untuk membuat mobilitas masyarakat kembali aktif dan bersifat mendesak. Infrastruktur yang masuk jenis ini adalah yang kerusakannya tidak terlalu parah.
Contoh dari jenis perbaikan ini adalah jembatan yang tidak ambrol dan membutuhkan perbaikan yang signifikan. Salah satunya adalah jembatan Barongan yang terletak di Kabupaten Bantul. Untuk yang satu ini DPUP ESDM DIY sudah mulai melakukan pengerjaan.
Namun berbeda halnya dengan Jembatan Barongan, Jembatan Kesikan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Pandak dan Sedayu tidak bisa diperbaiki secara darurat. Sebabnya, kendaraan roda empat sudah tidak bisa melalui jalan tersebut. Mansur mengatakan telah menutup dan mengalihkan arus lalu lintas di lokasi tersebut. Jembatan itu akan diperbaiki pada 2018.
Seperti diketahui, banjir dan tanah longsor melanda DIY pada pengujung November lalu akibat dampak munculnya Badai Cempaka yang terjadi di selatan Jawa. Hujan deras, banjir dan tanah longsor menelan korban jiwa dan merusak berbagai infrastruktur publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.