Penyandang Tunagrahita di Jogja Unjuk Kreasi Bersama Orang Tua

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 12 Desember 2017 19:20 WIB
Penyandang Tunagrahita di Jogja Unjuk Kreasi Bersama Orang Tua

Ratusan penyandang tunagrahita se-Kota Jogja menunjukan kreatifitasnya dalam ajang Gelar Seni Tunagrahita (Genta) di Taman Pintar, Selasa (12/12/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)

Ratusan penyandang tunagrahita se-Kota Jogja menunjukan kreatifitasnya dalam ajang Gelar Seni Tunagrahita

Harianjogja.com, JOGJA -Ratusan penyandang tunagrahita se-Kota Jogja menunjukan kreatifitasnya dalam ajang Gelar Seni Tunagrahita (Genta) di Taman Pintar, Selasa (12/12/2017).

Ada beberapa kegiatan yang disediakan panitia, di antaranya drama, pantomim, tari klasik, fashion show, karawitan, dan lomba bernyanyi. Mereka terlihat asyik mengikuti perlombaan.

Rizal Antoni, 13, salah satunya. Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Jogja ini pandai memainkan kendang bersama ayahnya Sumadi, 54 di atas panggung.

Sumadi memainkan gitar dan harmonika sambil menyanyikan lagu sepohon kayu. Sementara Rizal memainkan kendang. Selama sekitar 10 menit di atas panggung mampu memukau para penonton, termasuk Isteri Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, Kanjeng Gusti Bendoro Raden Ayu (KGBRAy) Atika Purnomowati, yang ikut menghadiri Genta kedua Kota Jogja tersebut.

Sumadi mengatakan butuh persiapan sekitar sepekan untuk tampil dalam Genta Kota Jogja. Ia mengaku tidak terlalu sulit karena sudah terbiasa kalaborasi bersama anaknya tersebut setiap ada kesempatan tampil bernyanyi. “Pernah tampil juga di beberapa tempat,” ucap Sumadi.

Panitia memang mewajibkan semua kegiatan gelar seni tunagrahita ini dengan keluarga. Selain ditemani ayah, ada juga yang ditemani ibunya untuk kegiatan tari. Sementara fashion show bisa dikuti satu keluarga dari ayah, ibu, kakak, dan nenek.

“Kami sengaja melibatkan keluarga dalam gelar seni tunagrahita ini untuk menginspirasi keluarga lainnya bahwa kemampuan anak berkebutuhan khusus bisa muncul ketika keluarga memberikan ruang,” kata Panitia Genta 2017, Sri Muji Rahayu.

Muji Rahayu yang juga kepala SLB Negeri 2 Jogja mengatakan Genta akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai ajang sebagai wadah kreasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Genta kemarin merupakan kedua kalinya. Sebelum gelar seni di Taman Pintar, para tunagrahita didampingi orang tua dan siswa sekolah umum melakukan long march dari Kepatihan menuju Taman Pintar.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, dalam kesempatan tersebut berpesan agar para tunagrahita terus berkarya sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Karena dengan karya, masyarakat dunia akan melihat, “Tunjukan kemampuan bahwa kita bisa,” ujar Heroe.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online