Masyarakat Diajak Berpikir Kritis dengan Membaca Buku
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong budaya membaca melalui bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk meningkatkan literasi, berpikir kritis, dan pemahaman masyarakat
Jalan Pasar Kembang yang padat oleh kendaraan yang ingin menjemput wisatawan dan mengarah ke Jalan Malioboro, Jumat (1/12/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Dinas Perhubungan Kota Jogja memprediksi akan terjadi lonjakan wisatawan mau pun kendaraan yang masuk ke dalam kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Perhubungan Kota Jogja memprediksi akan terjadi lonjakan wisatawan mau pun kendaraan yang masuk ke dalam kota selama libur Natal dan Tahun Baru karena waktu liburnya panjang.
Karena itu, masyarakat yang tidak berkepentingan diharapkan tidak melintas jalur dalam kota supaya tidak menambah kepadatan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Kota Jogja, Golkari Made Yulianto mengatakan persiapan pengamanan libur Natal dan Tahun Baru sudah ditetapkan mulai 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018 nanti. "Puncak kepadatan lalu lintas diperkirakan 23 Desember dan 2 Januari," kata Golkari, Kamis (14/12/2017).
Upaya rekayasa lalu lintas sudah disiapkan di antaranya dengan memasang sejumlah rambu-rambu arah di sejumlah berpabatasan kota untuk mengurangi volume kendaraan di dalam kota. Ia mencontohkan bagi kendaraan dari arah Wirobrajan yang akan menuju arah timur tidak perlu melintasi Jalan Ahmad Dahlan dan Jalan Senopati.
Melainkan bisa melintasi Jalan Piere Tandean-Jalan Sugeng Jeroni sampai Ringroad Selatan. Demikian juga di batas kota lainnya, "Harapannya masyarakat yang tidak berkepentingan ke kota tidak perlu lewat kota," kata Yulianto.
Selain petunjuk arah juga akan melakukan pengaturan lampu APILL atau alat pemberi isyarat lalu lintas. Kendaraan yang masuk ke dalam kota akan diperlambat melalui durasi lampu merah lebih lama. Sebaliknya kendaraan yang menuju luar kota akan dipercepat lampu merahnya.
Sejauh ini diakuinya, beberapa ruas jalan yang menjadi langganan kepadatan adalah Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Senopati, Jalan Sultan Agung, Jalan Malioboro, Jalan Abu Bakar Ali, Jalan Margo Utomo, Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, dan Jalan Mangkubumi (Jalan AM Sangaji).
Pihaknya akan memasang pembatas jalan di sepanjang ruas jalan tersebut untuk menghindari kendaraan berputar arah dan juga penyebrang jalan. "Sebelum Natal dan Tahun Baru pun ruas jalan itu sudah mulai padat dan sudah dipasang pembatas di beberapa titik," ujar Yulianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong budaya membaca melalui bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk meningkatkan literasi, berpikir kritis, dan pemahaman masyarakat
Ombudsman RI meminta Polri mengevaluasi penggeledahan pesantren putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan HAM bagi santriwati.
Lama tinggal wisman di DIY pada triwulan III 2026 hampir 3 hari. Belanja wisman di Indonesia juga naik 6,96% secara kuartalan.
NTSB menyelidiki kecelakaan Learjet 60 di Florida yang menewaskan sembilan orang. Seluruh identitas korban telah diketahui.
Ferry Hongkiriwang mengungkap aliran uang Rp50 miliar dari Tan Kian dalam sidang Febrie Adriansyah. Febrie dan Nurman membantah tuduhan tersebut.
Kejagung membantah kabar penangkapan jenderal Polri. Sementara itu, Polri masih mengecek isu pemeriksaan dua petinggi terkait kerusuhan Jogja.