BRI Bikin Senyum Kelompok Sumekar Kian Lebar
Perbankan memberikan kemudahan fasilitas untuk agar transaksi digital semakin luas digunakan dan memberikan manfaat untuk usaha mikro, kecil, dan menengah.
Prof Adi Utarini saat tampil dalam sebuah konser musik belum lama ini. (Istimewa)
Profesor UGM galang dana buat pasien kanker.
Harianjogja.com, JOGJA--Banyak pihak mengakui bahwa Prof Adi Utarini adalah pakar ilmu kesehatan masyarakat di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bahkan, Prof. Uut, demikian dia akrab disapa, kini tengah terlibat dalam penelitian pengendalian demam berdarah dengue (DBD) dalam Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta, yakni penelitian pengendalian serangan DBD dengan menggunakan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia.
Namun di tengah kesibukannya, Prof. Uut memiliki hobi yang telah ditekuni sejak kecil. Bermain musik. Ya, dalam beberapa kesempatan guru besar di Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM tersebut menyalurkan hobinya dengan tampil di sejumlah konser musik.
Dengan konser musik, Prof. Uut ingin menunjukkan bahwa seorang akademisi dapat mengembangkan hal di luar akademik yang jika ditekuni akan dapat berjalan beriringan, bahkan saling mendukung.
“Bermain musik berawal dari hobi. Namun ini [bermain musik] sudah saya tekuni sejak usia tujuh tahun,” ungkap wanita yang belum lama ini meresmikan studio musik dirumahnya.
Bahkan, dalam waktu dekat ini Prof. Uut berencana menggelar konser amal peduli kanker. Bersama kawan-kawannya di Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran UGM, dia akan menggelar konser amal bertajuk “Life, Passion and Music” pada 5 Mei 2018 mendatang di Auditorium Driyarkara, Sanata Dharma, Yogyakarta.
Dalam siaran pers yang dikirimkan ke Harianjogja.com Kamis (14/12/2017), konser akan berlangsung dalam lima babak. “Prof. Uut akan tampil secara keseluruhan, kurang lebih 2,5 jam,” jelas Direktur Artistik konser Anggi Minarni menambahkan.
Alur lima babak dengan bauran genre berbeda akan ditampilkan bersama profesional-praktisi musik dengan klimaks di akhir berupa musik untuk kegembiraan. Anggi menyebutkan penampil lainnya yang akan mendampingi Prof. Uut adalah Gadjah Mada Chamber Orchestra (GMCO), Paduan Suara Paramaksi, Putri K. Larasati, Jodi Visnu, Band Surya Kartika Enterprise (SKE Band) dan Band Oldies Section Band.
Prof. Uut berharap dapat berkontribusi dalam penanganan kanker khususnya di Yogakarta. Wanita yang dalam kehidupan pribadinya dekat dengan pasien kanker ini meyakini masyarakat dewasa ini mempunyai kepedulian yang tinggi untuk berbagi. Dengan membeli tiket maupun membeli akses live streaming, masyarakat akan mendapat dua manfaat sekaligus, menikmati music sambil beramal.
Kepala Departemen Kebijakan dan Manjemen Kesehatan Prof. Laksono Trisnantoro menambahkan, pertunjukan musik ini bukan sekadar konser amal. “Ini bukan sekadar konser amal, namun akan kami teliti juga dalam hal aspek filantropisme,” ujar dia.
Dia menambahkan, melalui kegiatan ini akan diteliti efektivitas pengumpulan dana kemanusiaan untuk pelayanan kesehatan melalui konser musik. Panitia telah menyediakan 974 tiketdan hingga kini telah terjual hampir separuhnya.
“Seluruh pendapatan dari penjualan tiket ini akan didonasikan untuk Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Yogyakarta. Bahkan nominalnya masih bisa bertambah dari pendapatan live streaming,” lanjut Prof. Laksono.
Tiket akan dijual mulai Rp100.00 hingga Rp400.000. Hingga pekan kedua Desember, penjualan tiket telah mencapai Rp200 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbankan memberikan kemudahan fasilitas untuk agar transaksi digital semakin luas digunakan dan memberikan manfaat untuk usaha mikro, kecil, dan menengah.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.