Program Bule Mengajar di Jogja Libatkan Wisatawan ke Kampung

Newswire
Newswire Jum'at, 15 Mei 2026 04:57 WIB
Program Bule Mengajar di Jogja Libatkan Wisatawan ke Kampung

Wisatawan Mancanegara - Ilustrasi

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mengembangkan konsep wisata berbasis pengalaman melalui Program Bule Mengajar yang melibatkan wisatawan mancanegara berinteraksi langsung dengan masyarakat di kampung wisata. Program ini diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan warga sekaligus mendongkrak ekonomi lokal dan UMKM.

Program tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Pemkot Yogyakarta di Kantor Kemantren Kotagede, Rabu (14/5/2026). Melalui skema itu, wisatawan asing tidak hanya datang menikmati destinasi wisata, tetapi juga terlibat dalam aktivitas sosial dan edukasi bersama warga.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan konsep pariwisata yang dikembangkan Pemkot diarahkan agar memberikan dampak langsung kepada masyarakat hingga tingkat kampung.

“Pariwisata itu harus berdampak langsung kepada masyarakat. Wisatawan datang bukan hanya melihat-lihat, tetapi ikut berinteraksi, belajar budaya, masuk kampung, hingga berbagi ilmu,” kata Wawan.

Menurut dia, keterlibatan wisatawan melalui kegiatan mengajar bahasa, berbagi keterampilan, hingga wawasan global di sekolah maupun kampung wisata dapat menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi warga.

Selain memperkuat interaksi sosial, program wisata berbasis masyarakat tersebut dinilai mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Jogja. Kondisi itu diyakini berdampak terhadap peningkatan belanja wisatawan di warung warga hingga produk UMKM lokal.

“Kalau wisatawan tinggal lebih lama, mereka makan di warung warga, membeli produk UMKM, ikut aktivitas kampung, maka manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Meski membuka ruang interaksi lebih luas dengan wisatawan asing, Pemkot Yogyakarta menegaskan seluruh wisatawan tetap wajib menghormati aturan, budaya, dan norma lokal yang berlaku di masyarakat.

“Walaupun mereka tamu dan wisatawan, kita tetap harus punya prinsip. Mereka harus mengikuti aturan, budaya, dan norma yang dimiliki Yogyakarta. Jangan semuanya dibebaskan, karena identitas dan nilai budaya lokal tetap harus dijaga,” tegas Wawan.

Kotagede Jadi Percontohan Program Bule Mengajar

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, menjelaskan Program Bule Mengajar menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat dan kampung wisata di Kota Jogja.

Menurut Lucia, program tersebut saat ini diterapkan di kawasan Kotagede sebagai proyek percontohan sebelum nantinya diperluas ke kampung wisata lain di Yogyakarta. Saat ini, Kota Yogyakarta memiliki sekitar 40 kampung wisata yang berpotensi dikembangkan melalui konsep serupa.

“Program ini tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat agar manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan lebih luas. Pilot project ini nantinya akan dikembangkan ke kampung-kampung wisata lain di Yogyakarta,” katanya.

Ia menilai konsep wisata berbasis pengalaman atau experience tourism yang melibatkan wisatawan secara langsung dengan aktivitas masyarakat dapat memperkuat identitas kampung wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

“Kami ingin seluruh kampung wisata memiliki ciri khas dan pengalaman unik yang bisa dirasakan wisatawan. Jadi dampaknya tidak hanya pada kunjungan wisata, tetapi juga pemberdayaan masyarakat di kampung,” ujar Lucia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online