Investasi di Gunungkidul Tembus Rp488 Miliar dalam Enam Bulan
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Atasi lahan kritis dengan program konservasi lingkungan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Lingkungan Hidup mencatat masih ada 13.673 hektare lahan di Gunungkidul masuk kategori kritis. Upaya penyelamatan terus dilakukan pemerintah, salah satunya dengan meningkatkan program reboisasi serta peningkatan luas hutan rakyat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Agus Priyanto mengatakan, keberadaan lahan kritis di Gunungkidul masih dapat terlihat. Kendati demikian dari luasan yang ada, jumlahnya terus mengalami penurunan di setiap tahunnya.
Sebagai gambaran, lanjut dia, di 2004 terdapat 22.329,90 hektare lahan kritis. Jumlah ini mengalami penyusutan dan tinggal seluas 13.673 hektare yang masuk kategori kritis. Menurut Agus, penyusutan luas area lahan kritis tidak lepas dari adanya peningkatan luas lahan rakyat.
“Pada 2004 lalu, cakupan hutan rakyat seluas 28.630 hektare, sedang di 2013 areanya semakin luas hingga 41.953 hektare. Kondisi ini pun memiliki andil dalam pengurangan luasan lahan kritis di Gunungkidul,” katanya Selasa (19/12/2017).
Makin meningkatnya kawasan hutan rakyat juga tidak lepas dari program penghijauan dan penanaman hutan kembali yang digerakkan pemerintah. Upaya konservasi lingkungan ini dapat terlihat dari keberadaan taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang ada di Kecamatan Tepus dan Ngawen dengan cakupan wilayah di masing-masing titik seluas lima hektare.
Selain itu, keberhasilan pengangkalan lahan kritis juga tidak lepas dari program wanadesa yang digalakkan Pemda DIY di Kecamatan Patuk dan Semanu. Adapun kegiatan dari program ini hampir mirip dengan taman kehati dan fokus penangan lahan kritis dengan menanam tanaman buah-buahan dan pohon untuk penghijauan.
“Program konservasi lingkungan dapat mengembalikan kehidupan ekosistem di alam. Untuk itu, program ini akan terus kami galakkan,” tutur mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.