Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Polisi tangkap dua remaja pembawa sajam.
Harianjogja.com, SLEMAN--Dua remaja, WAS dan TMA ditahan polisi lantaran membawa senjata tajam berupa pedang pada Kamis (21/12/2017) dini hari. Pedang tersebut diayun-ayunkan kemudian sesekali diselipkan di bawah boncengan sepeda motor.
WAS, 19 dan TMA, 15 ditangkap petugas di ruas jalan AM Sangaji, sekitar Tugu Jogja. Kombes Pol Hadi Utomo, Direskrimum Polda DIY menjelaskan diduga keduanya ingin melakukan kekerasan dengan pedang itu. Salah satu pelaku diketahui masih duduk di bangku SMA di Jogja sedangkan yang lainnya sudah bekerja. "Belum tahu soal motifnya apakah balas dendam atau tidak, sedang didalami," katanya di Mapolda DIY Kamis.
Kemungkinan kedua remaja ini berencana tawuran dengan menyasar kelompok tertentu. Sejauh ini, keduanya diketahui belum pernah memiliki catatan kepolisian. Namun, pelaku bakal dijerat dengan Pasal 351 dan 352 UU Darurat karena menguasai dan memiliki senjata tajam tanpa izin dengan ancaman hukuman penjara tiga sampai lima tahun.
Kombes Hadi menilai jika diduga ada orang yang menjadi korban penganiayaan atas tindakan kedua remaja belasan tahun ini, kepolisian akan mengonfirmasi sesuai dengan lokasinya untuk memastikan hal ini.
Kabaghumas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengimbau masyarakat untuk ikut memperhatikan anaknya dan waspaada soal kekerasan remaja ini. “Bukan cuma polisi namun tanggung jawab bersama,” tambahnya. Apalagi jika anak terbiasa berkeliaran hingga lewat tengah malam. Biasanya kata dia pelaku kekerasan dan penganiayaan kerap beraksi mulai pukul 00.30 hingga dini hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Sabtu 23 Mei 2026 dari Stasiun Tugu Jogja menuju Bandara YIA lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.