Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam X memotong rangkaian melati saat meresmikan hasil pelaksanaan proyek revitalisasi gerbang selatan Kompleks Kantor Gubernur DIY, Jogja, Kamis (28/12/2017). (Harian Jogja/Desi Suryanto)
Keluar masuk pintu kantor gubernur resmi berubah.
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X meresmikan pintu selatan Kompleks Kepatihan, Kamis (28/12/2017). Peresmian ini juga menandai perubahan akses keluar masuk Kantor Gubernur. Pembangunan pintu keluar masuk Kepatihan yang menjadi bagian proyek revitalisasi kantor gubernur itu menelan biaya hingga miliaran rupiah.
Pintu sebelah barat yang awalnya menjadi akses utama menuju dan keluar Kompleks Kepatihan, mulai Jumat (29/12/2017) akan ditutup. Dan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki yang hendak melaksanakan salat di Masjid Sulthoni. Sebagai gantinya, pintu masuk beralih ke Jalan Suryatmajan di pintu selatan sisi barat dan pintu belakang (Jalan Mataram), sedangkan akses keluar melalui pintu selatan sisi timur.
Kepala Biro Umum dan Protokol Setda DIY Haryanta mengatakan pemugaran pintu selatan merupakan bagian dari revitalisasi Kompleks Kepatihan. Proyek tersebut, ucapnya, total menghabiskan dana sebanyak Rp13,4 miliar yang terdiri dari pembangunan depo sampah, ground tank, pemasangan konblok dan lain-lain.
Ia menyebut pengerjaan revitalisasi dilakukan selama tujuh bulan dan masa pemeliharaan selama enam bulan. Dengan diresmikannya pintu selatan Haryanta mengatakan pintu sebelah barat akan ditutup. “Hanya untuk yang ingin ibadah di Masjid Sulthoni saja,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: