Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Penampilan Hoss Band dalam perayaan menyambut tahun baru di depan pasar Bantul, Minggu (31/12/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Ada pembacaan doa juga
Harianjogja.com, BANTUL-Perayaan menyambut tahun baru 2018 di depan Pasar Bantul, Bantul, Minggu (31/12/2017) diisi dengan iringan musik ala Koes Plus dari Hoss Band.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan, dalam perayaan ini tidak diselenggarakan dengan mewah, dan dipuncak pergantian tahun akan ada doa bersama. "Kita masih dalam suasana berduka setelah bencana kemarin. Jadi cukup musik-musik ini, tidak ada kembang api atau mercon. Saya larang. Nanti ada doa juga" ujarnya.
Momen pergantian tahun ini dikatakan olehnya juga sebagai momen evaluasi, untuk ke arah yang lebih baik. Dirinya juga berjanji akan segera memperbaiki rumah masyarakat yang terdampak bencana ditahun depan.
Salah satu masyarakat yang hadir dalam perayaan menyambut tahun baru itu, Ninik mengatakan, setuju dengan pelaksanaan tahun baru tanpa kembang api itu. "Bagus begini dengan musik joget, kalau kembang api atau mercon beberapa orang ya kasihan kalau jantungan. Kita belum lama juga ada musibah jadi lebih baik sederhana gini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.