Difsa, Balita Malang dari Gunungkidul Lahir dengan Kaki Kiri Membengkak

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 05 Januari 2018 14:55 WIB
Difsa, Balita Malang dari Gunungkidul Lahir dengan Kaki Kiri Membengkak

Difsa Saputri, balita asal Dusun Bendorejo, RT06/RW15 kelahiran 8 Desember 2017 mengalami kelainan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Difsa Saputri, balita asal Dusun Bendorejo, RT06/RW15 kelahiran 8 Desember 2017 mengalami kelainan dengan kondisi kaki kiri membengkak dan membiru.

Hingga sekarang, belum diketahui penyakit yang diderita anak kelima pasangan Hadi Supono dan Marsih ini.

Dia pun harus menjalani rawat jalan dan memeriksakan diri ke RSUP Sardjito setiap dua minggu sekali. Ayah Difsa, Hadi Supono mengatakan, kelainan yang dialami anaknya ini sudah diketahui sejak dalam kandungan, tepatnya saat memasuki usia delapan bulan.

Saat di USG, lanjut dia, bidan yang memeriksa memberi tahu jika ada kelainan di kaki bagian kiri.

“Setelah lahir 28 hari lalu, Difsa langsung dirujuk ke Sardjito untuk mendapatkan perawatan lanjutan,” kata Hadi saat ditemui di rumahnya, Jumat (5/1/2018).

Selama 13 hari menjalani perawatan di Sardjito, Difsa telah diperiksa dengan ronsen sebanyak tiga kali. Namun dari hasil pemeriksaan itu, belum diketahui pasti penyakit yang diderita.

“Kalau dari diagnosa awal diduga penyakit kaki gajah, namun dalam pemeriksaan oleh dokter yang diderita Difsa belum diketahui pasti,” ungkapnya.

Masalah yang dihadapi Hadi dan keluarga tidak hanya kepastian penyakit yang diderita Difsa. Namun keluarga juga memiliki kemampuan keungan yang terbatas sehingga si anak hanya menjalani rawat jalan.

“Setiap dua minggu sekali harus kontrol. Rencananya pemeriksaan ke Sardjito dilakukan di 12 Januari mendatang,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online