15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Perbukitan Prambanan dan sungai-sungai kecil perlu diwaspadai
Harianjogja.com, SLEMAN-Ancaman longsor menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman pada puncak musim hujan Januari-Februari 2018 ini. Perbukitan Prambanan dan sungai-sungai kecil perlu diwaspadai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan, puncak musim hujan pada bulan ini diperkirakan di atas batas normal. Kondisi itu menjadi perhatian khususnya terkait ancaman bencana longsor di wilayah Prambanan. Termasuk potensi banjir di wilayah Sumberharjo.
"Kami fokus ke Prambanan karena potensi longsor ada. Ini dipicu intensitas hujan yang diperkirakan tinggi," kata Makwan kepada Harianjogja.com, Sabtu (6/1/2018).
Di wilayah Prambanan, terdapat sekitar 30 Early Warning System (EWS) untuk mengantisipasi bencana longsor. Sayangnya, muncul titik-titik longsor baru yang perlu diwaspadai masyarakat. "Titik-titik longsor baru ini tidak ada EWS-nya. Ini perlu di waspadai seperti yang terjadi di Prambanan saat badai Cempaka kemarin," jelasnya.
Meski begitu, ancaman bencana lain seperti banjir, petir, dan angin kencang juga tetap diwaspadai di semua wilayah. Alasan Makwan, selama beberapa tahun terakhir terjadi perubahan lahan cukup tinggi. Besarnya pembangunam menyebabkan aliran sungai mengalami sedimentasi meski tidak terlalu ekstrem. "Kalau daya tampung sungai berkurang, hujan dengan intensitas tinggi, maka potensi air meluap bisa terjadi," katanya.
Oleh karena itu, BPBD Sleman juga menfokuskan kewaspadaan di sungai-sungai yang tidak berhulu ke Merapi. Misalnya sungai Bedog, Gamping, Kali Denggung, Sleman, Sungai Getas, Turi, dan Sungai Gawe, Prambanan. Adapun Kali Winongo, Gajahwong, dan sungai-sungai yang berhulu ke Merapi dinilai masih aman dari luapan air karena palungnya masih aman. "Pembersihan rumpun bambu ataupun pohon yang berpotensi menghalangi aliran sungai sudah dilakukan," katanya.
Sementara itu Sekda DIY, Gatot Saptadi saat membuka Muskerda PMI DIY mengingatkan seluruh elemen kebencanaan untuk melakukan koordinasi dalam upaya penanggulangan bencana. "Kuncinya komunikasi. Sebelum terjadi bencana semua komunitas, relawan kebencanaan dan BPBD harus sering melakukan komunikasi," ujar Gatot.
Gatot juga meminta agar tidak perlu ada ego sektoral dalam penanganan bencana. Semua elemen diminta dapat bersinergi satu sama lain. Untuk itu, manajemen dan koordinasi kebencanaan harus ditingkatkan kembali. "Masing-masing jangan berjalan sendiri-sendiri. Kami akan tekankan BPBD dapat bekerja dengan efektif dalam penanganan bencana," lanjut Gatot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Cristiano Ronaldo mengisyaratkan musim 2026-27 bisa menjadi tahun terakhirnya sebagai pesepak bola profesional setelah karier lebih dari 20 tahun.