Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Pelaku dinilai tidak kooperatif.
Harianjogja.com, JOGJA--Data identitas pria pelaku penikaman terhadap empat orang di sepanjang Jalan Wates, wirobrajan, Kota Jogja masih belum bisa dipastikan.
Nama dan data yang diakui pelaku sebagai miliknya diketahui berbeda dengan yang terekam di daerah asal.
Kapolsek Wirobrajan, Kompol Endang Sulis Kurniati mengatakan jika pelaku mengaku bernama Parjo bin Andi Suparjo, warga Desa Simo, Boyolali, Jawa Tengah.
"Namun setelah dicek ke Simo, nama itu bukan dia, fotonya juga bukan dia," terangnya kepada Harianjogja.com, Minggu (7/1/2018). Salah satu buktinya ialah Paijo yang terdata di Simo berusia 57 tahun sedangkan pelaku berusia 37 tahun.
Karena itu, petugas Polsek Wirobrajan sedianya akan mengecek langsung ke polsek yang bersangkutan untuk memastikan ini. Terlebih lagi, pelaku dinilai tidak kooperatif sehingga menyulitkan petugas untuk memastikan identitasnya.
Saat kejadian, pelaku juga tidak mengantongi satu kartu identitas apapun. Kompol Endang menambahkan jika pelaku sebelumnya juga sempat enggan menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) meski belakangan bersedia.
Berdasarkan pemeriksaan, pelaku membantah akan mencuri kotak amal namun hanya menumpang tidur di Masjid Ibrahim, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Menurut pelaku, ia tidur di dekat kotak amal dan kemudian menumpang mandi di belakang masjid saat pagi harinya.
Saat itulah ia kemudian bertemu dengan takmir masjid itu namun malah melarikan diri. Untuk barang bukti pisaunya sendiri sampai saat ini belum berhasil ditemukan karena dibuang pelaku ke Sungai Winongo ketika tersudut saat penangkapan.
Namun, senjata berbahan stainless steel itu jelas terekam dalam kamera CCTV yang juga menjadi barang bukti. Senjata itu dipegang di tangan kanan dan sempat dibungkus koran sembari menggendong tas saat pelaku melarikan diri dari kejaran saksi dan korban.
Pelaku dijerat dengan tindak Peganiayaan sesuai dengan Pasal 351 KUHP dan saat ini masih mendekam di tahanan Polsek Wirobrajan. Disampaikan pula jika penikaman terhadap tiga korban yakni, Arif Budi Santoso, 40, Wahyu Widodo, 34, dan Sukirman, 61 terjadi di wilayah hukum Wirobrajan.
http://m.solopos.com/?p=882411">Baca juga : Pria Tak Dikenal Tikam Empat Warga di Jalan Wates
Sedangkan penganiayaan pada korban pertama yaitu Endro, 33 yang merupakan juru parkir terjadi di Kasihan, Bantul. Hal ini juga didasarkan pada CCTV yang berhasil merekam kejadian yang menarik perhatian warga itu. Polsek Wirobrajan saat ini masih menunggu konfirmasi dari Polsek Kasihan soal laporan yang masuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali jenis lampu emergency untuk rumah, kantor, hingga area industri, mulai rechargeable, smart LED, hingga tenaga surya.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.