Hajatan FIFGROUP Sleman II Diserbu Pengunjung
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Titik rawan longsor baru juga ditemukan di sepanjang Kali Opak
Harianjogja.com, SLEMAN-Titik rawan longsor baru terus ditemukan di wilayah Prambanan. Selain di wilayah perbukitan, titik rawan longsor baru juga ditemukan di sepanjang Kali Opak.
Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Prambanan Bandung Bondowoso Prawoto Brewok mengatakan, setidaknya ada tiga titik baru berpotensi longsor di Kali Opak yang laporannya diterima kemarin. "Kami langsung melakukan pengecekan. Lokasinya di Gendukan, Bokoharjo," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (8/1/2018).
Ia mengatakan, meski titik potensi longsor masih kecil, jika tidak segera ditangani dikawatirkan dapat membesar. "Kalau membesar nanti bisa membahayakan permukiman di atasnya," ujar Brewok.
Adapun di wilayah perbukitan, pascabencana Badai Cempaka akhir tahun lalu masih belum ditemukan lagi potensi longsor lainnya. Saat itu hanya ditemukan beberapa rekahan tanah seperti di Watu Payung, Sambirejo, Dusun Ndayakan dan Sengir, Sumberharjo, serta Watugedeg, Gayamharjo. Meski begitu, pihaknya terus melakukan monitoring di lapangan.
"Sebab banyak potensi longsor baru, seperti di Gayamharjo yang sebelumnya tidak masuk peta ternyata longsor. Kalau longsor yang di Sambirejo itu titik lama," ujarnya.
Tahun lalu, FPRB melakukan penelitian potensi longsor. Hasilnya ditemukan sekitar 40 titik longsor baru pada pertengahan 2017. Padahal, hanya terdapat sekitar 30 early warning system (EWS) di sekitar perbukitan Prambanan. Jumlah tersebut, menurutnya masih sedikit dibandingkan potensi ancaman longsor di wilayah tersebut.
"Kalau kebutuhannya sangat banyak, tapi kami belum bisa menentukan jumlahnya. Sebab ini terkait juga dengan intensitas hujan yang turun," katanya.
Sebagai antisipasi, FPRB bersama BPBD Sleman melakukan penanganan terhadap titik-titik yang berpotensi longsor. Penanganannya berbeda-beda seperti dipasangi bronjong, dibangun talut, atau ditanami pepohonan.
Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan (FKKRS) Sleman Yoga Nugroho Utomo mengatakan, sebelumnya terdapat sekitar 20 titik longsor di Prambanan. Namun, jumlahnya diperkirakan lebih dari 60 titik. Itu pun belum termasuk titik rawan longsor yang kondisinya belum kritis. “Salah satunya, longsor di Kali Nongkolor, Gayamharjo yang sebelumnya tidak masuk peta potensi longsor,” kata Yoga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan, pihaknya tetap fokus pada penanganan potensi longsor seiring dengan masuknya puncak musim hujan tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.