Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pertamina Siapkan Rantai Pasok SAF
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Gedung yang ada sekarang dinilai tidak memadai
Harianjogja.com, SLEMAN-Gedung DPRD Sleman akan direhab total mulai tahun ini. Bangunan gedung yang dibangun pada 1990 lalu itu dinilai sudah tidak memadai.
Biaya pembangunan gedung baru tersebut dianggarkan sebesar Rp135 miliar. Saat ini konsep bangunan DPRD Sleman merupakan bangunan tapak, tetapi bangunan baru nantinya dikonsep secara vertikal setinggi empat lantai. Itu termasuk basement sebagai sarana parkir.
"Tahun ini rencana mulai dibangun. Anggarannya sebesar itu," kata Wakil Ketua DPRD Sleman Inoki Azmi Purnomo Harianjogja.com, Selasa (16/1/2018).
Meski anggaran gedung tersebut dinilai besar, tetapi diklaim tidak mengganggu program atau kegiatan pembangunan infrastruktur lainnya di Sleman. Termasuk program-program terkait pengentasan kemiskinan. Penganggarannya sudah melalui proses yang matang. "Kami berharap bisa segera masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) agar segera dibangun," katanya.
Menurutnya, pembangunan gedung baru tersebut dikarenakan gedung DPRD saat ini tidak representatif. Sejak dibangun 1990 lalu, belum pernah dilakukan rehab total. Selain itu, bangunan saat ini dikonsep hanya untuk tiga partai peserta pemilu saat itu. "Sejak reformasi, banyak partai yang mengikuti. Terdiri dari banyak fraksi. Jadi tidak representatif," katanya.
Kondisi tersebut mengakibatkan banyak anggota dewan di masing-masing fraksi yang tidak memiliki meja dan kursi. Ruang-ruang komisi, badan dan lainnya pun tidak dapat memenuhi forum jika ada kelompok masyarakat yang datang. "Masalah ini yang sering terjadi," ujarnya.
Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta juga mengakui jika kondisi gedung saat ini tidak layak. Padahal, katanya, Gedung DPRD merupakan salah satu simbol dari Sleman. "Sleman sering jadi tujuan studi banding ataupun konsultasi. Jadi harus representatif," katanya.
Dia berharap, pembangunan gedung baru tersebut tidak menjadi polemik di masyarakat. Sebabnya gedung tersebut juga nanti dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat juga. Untuk tahap awal, proses pembangunan gedung baru itu dianggarkan Rp20 miliar dari total seluruh anggaran Rp135 miliar. "Saat ini kami masih mencari lokasi yang cocok untuk pindah sebelum proyek pembangunan dimulai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Aleix Espargaro comeback di MotoGP Mandalika 2026 menggantikan Joan Mir. Honda menargetkan adaptasi RC213V sekaligus pengembangan motor.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.