Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Pedagang pasar tumpah juga memicu kemacetan jalan.
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja diminta segera menertibkan pedagang pasar tumpah di depan Pasar Demangan, karena keberadaan pasar tumpah yang meluber hingga jalan raya tersebut merugikan pedagang resmi di dalam pasar.
“Saya sudah sudah mengusulkan berkali-kali [agar ditertibkan] tapi sampai sekarang tidak pernah ada tindakan penertiban,” kata Ketua Paguyuban Pasar Demangan, Siti Umrohan Jumat (19/1/2018).
Siti Umrohan yang biasa disapa Umi Suharto mengaku ada puluhan pedagang tidak resmi yang memenuhi depan Pasar Demangan hingga Jalan Afandi. Para pedagang yang sebagian besar dari luar Jogja itu diakui Umi sudah lama ada namun diiamkan oleh Pemerintah Kota Jogja.
Padahal keberadaan pasar tumpah itu, kata Umi, sangat merugika pedagang yang di dalam. Selama ini para pembeli kesulitan akses masuk ke dalam pasar karena terhalang para pedagang depan pasar. Terlebih barang yang dijual depan pasar hampir sama dengan yang di dalam pasar. “Jadinya pembeli tidak lagi masuk ke dalam,” kata dia.
Menurut Umi ada sekitar 500an pedagang resmi di Pasar Demangan. Mereka selama ini rutin memperpanjang kartu bukti pedagang (KBP) dan membayar retribusi. Hampir semua pedagang diakuinya mengeluh karena pendapatan berkurang sejak 12 tahun terakhir atau sejak maraknya pedagang liar tersebut.
Selain merugikan pedagang resmi, keberadaan pedagang liar itu juga menghambat arus lalu lintas sekitar Jalan Afandi, utamanya depan pasar hingga Simpang Jalan Afandi. Bahkan Umi menyebut, pedagang liar itu tidak hanya berjualan dengan lesehan atau dengan meja, melainkan dengan kendaraan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Maryustion Tonang berjanji akan mengkoordinasikan keluhan pedagang Pasar Demangan dengan berbagai instansi terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja dan Kecamatan, terkait penertibannya.
Ia menyadari ada pedagang pasar tumpah depan Pasar Demangan. Menurut dia keberadaan pedagang depan pasar itu sulit dimasukkan ke dalam pasar karena jumlahnya yang terlalu banyak. “Kami akan mencarikan solusi dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi juara Taipei Open 2026 setelah mengalahkan ganda Malaysia Aaron Chia/Aaron Tai.
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
PKB DIY menggelar konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur kepengurusan dan menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029.
Pemkab Gunungkidul memastikan gaji ASN dan PPPK aman hingga akhir 2026 meski belanja pegawai masih mencapai sekitar 39 persen APBD.
Hakim AS melanjutkan gugatan Reddit terhadap Perplexity AI terkait dugaan penyedotan data ilegal untuk pengembangan AI.