Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Alumni GSNI rapatkan barisan.
Harianjogja.com, JOGJA—Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) mendeklarasikan berdirinya Persatuan Alumni GSNI di Kampus UGM Jogja, Sabtu (20/1/2018) lalu.
GSNI yang pertama berdiri pada 2 Januari 1959 adalah organisasi pelajar nasionalis yang berazaskan Marhaenisme/Pancasila. Organisasi yang mengampanyekan nilai-nilai nasionalisme ini sempat tenggelam pada era Orde Baru karena dianggap sebagai bagian dari pendukung Presiden Soekarno.
Namun selepas reformasi 1998, organisasi yang merupakan saudara kandung dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu kembali bangkit. Kini, alumni GSNI seluruh Indonesia mendeklarasikan diri perlunya suatu wadah untuk memersatukan para almuni GSNI.
Deklarasi Persatuan Alumni GSNI didasari munculnya gerakan-gerakan yang dinilai hendak merobohkan fondasi kebangsaan Pancasila. “Gerakan yang hendak merobohkan rumah besar NKRI dan terang-terangan juga tergetnya mengganti Pancasila dan memaksakan ideologi khilafah. Gerakan ini muncul dalam berbagai bentuk baik radikal maupun moderat,” ungkap salah satu alumni GSNI Hadi Wasikoen melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (22/1/2018).
Gerakan tersebut menurutnya tak hanya muncul di jalanan namun juga di lembaga perwakilan rakyat. Kemunculan gerakan semacam itu terjadi karena melunturnya ajaran Bung Karno. Sementara generasi muda saat ini dinilai gagal paham soal sejarah para pejuang terdahulu. “Karenanya tidak aneh kalau rasa pembelaan terhadap negara menjadi menipis bahkan cenderung luntur jiwa nasionalisme dan patriotismenya,” lanjut dia.
Persatuan Alumni GSNI juga membantah tujuan gerakan ini untuk politik praktis. “Wadah alumni sudah pasti bukan mencari kedudukan atau kekayaan sebab umur mereka berkisar antara 65 hingga 80 tahun. Tapi semata-mata terpanggil untuk menggugah generasi muda,” lanjutnya.
Anggota Alumni Persatuan GSNI lainnya Harnardono mengatakan kegiatan lembaganya akan difokuskan pada diseminasi dan sosialisasi ajaran-ajaran Bung Karno tentang nasionalisme ke anak-anak muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Data TKA 2026 Kemendikdasmen menunjukkan nilai Matematika SD dan SMP masih jauh di bawah capaian Bahasa Indonesia.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.