Persija vs Persib Hari Ini, Prediksi Skor dan Line Up
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
8.000 ha lahan pertanian setara dengan 48.000 ton padi siap dipanen
Harianjogja.com, SLEMAN-Gangguan cuaca pada musim tanam tahun ini diklaim tidak memengaruhi lahan pertanian padi di Sleman. Sebanyak 8.000 hektare (ha) lahan pertanian padi siap dipanen hingga Maret mendatang.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Rofik Ardiyanto mengatakan, gangguan cuaca yang terjadi sejak November hingga awal 2018 ini tidak memengaruhi kondisi lahan pertanian. Januari 2018 ini, ada sekitar 2.604 hektate lahan pertanian yang dipanen. "Kalaupun ada, kerusakannya hanya 10 ha di Prambanan akibat Badai Cempaka. Namun, sudah kami bantu dengan mengganti bibit baru," ujarnya kepada Harianjogja.com, Jumat (26/1/2018).
Hingga Maret mendatang, katanya, sebanyak 8.000 ha atau setara dengan 48.000 ton padi siap dipanen. Menurutnya, produktivitas panen padi di Sleman cukup tinggi. Satu ha mampu menghasilkan antara lima hingga enam ton Gabah Kering Giling (GKG). "Luas lahan pertanian yang ditanam tahun ini 48.000 ha. Target kami tahun ini produksi GKG sebanyak 290.000 ton," ujarnya.
Dia optimistis target tersebut dapat terpenuhi. Selain karena Indeks Pertanaman (IP) lahan pertanian di Sleman 2,65-2,7 jauh di atas rata-rata IP nasional (1,5) alasan lainnya, pada musim tanam pertama (MT1) tahun ini, nyaris tidak ada serangan hama yang merusak lahan pertanian secara massif. Kalaupun ada, jumlahnya sampai lima ha dan dapat ditangani oleh petani. "Selain itu, perubahan cuaca pada MT1 tidak berpengaruh terhadap lahan pertanian padi," ujarnya.
Hal itu juga diakui oleh Kepala Kelompok Tani Tanirejo, Madurejo, Prambanan Lipur Dwianggono. Kelompok tani ini sudah melakukan panen lebih awal. Total lahan pertanian yang dipanen di tiga tempat seluas 21 ha. Khusus di desa Madurejo, lahan pertanian yang dipanen sekitar 100 ha dari total luas panen 300 ha. Menurutnya, satu kelompok tani rata-rata memiliki luas lahan pertanian 15 hektar.
"Hasil panen bagus. Untuk hasil ubin sekitar 59 kilogram atau 9,4 ton. Kalau seperti ini kami berharap tidak ada beras impor karena bisa merugikan petani," harap Lipur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.