Rumah Terbakar di Suruh Semarang, Satu Orang Tewas
Kebakaran menghanguskan rumah di Suruh, Kabupaten Semarang. Seorang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah.
Namun, lokasi penanaman juga terbatas
Harianjogja.com, JOGJA-Keberadaan pohon perindang di Jogja dinilai masih belum memadai. Meski demikian, Pemerintah Kota Jogja kerepotan mencari lahan yang bisa dimanfaatkan untuk area penanaman pohon.
Pramung Haryanto, Kasie Pertamanan dan Perindang Jalan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mengatakan, hampir semua wilayah perkotaan belum memiliki pohon perindang dengan jumlah yang ideal. "Kurang perindang tapi lokasinya enggak memungkinkan untuk ditanami," katanya, Minggu (28/1/2018).
Salah satu yang dianggap belum optimal ialah ruas jalan Simanjuntak dan Kyai Mojo. Ia menerangkan, penanaman sendiri tidak bisa serta merta dilakukan. Jika ada lahan yang kosong dan dianggap cocok maka harus dibeli dahulu agar menjadi aset Pemkot Jogja. Lahan seperti ini sangat jarang ditemukan di wilayah perkotaan yang cukup padat penduduk.
Selain itu, kalaupun lahan tersedia, pemerintah harus mempertimbangkan berbagai fasilitas umum yang ada di sekitar lahannya. Salah satu yang kasat mata adalah jika lahan tersebut dekat dengan trotoar sehingga dalam perkembangannya nanti akar pohon yang ditanam tentu akan merusak fasilitas publik itu. Selain itu, adanya jaringan irigasi, air hujan, limbah, dan listrik yang mungkin berada di bawah tanah juga menjadi halangan tersendiri.
Pemerintah sebenarnya memiliki target melakukan penanaman sekitar 500 pohon perindang setiap tahunnya. Namun, Pramung kembali merujuk pada kesulitan lahan itu untuk merealisasikan target tersebut. Saat ini, setidaknya ada sekitar 18.000-an pohon perindang yang tersebar di Jogja.
Jenis pohon perindang yang ditanam selama ini bermacam-macam seperti pohon tanjung, aksana, dan ketepeng. Jenis pohon tersebut dianggap cocok sebagai perindang karena jenis akar dan daunnya yang melebarkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran menghanguskan rumah di Suruh, Kabupaten Semarang. Seorang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.
Film Indonesia Solata tayang di Festival Film Anak dan Remaja Yordania. Film Ichwan Persada sebelumnya meraih penghargaan di Bulgaria.