Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Warga khawatir akan terjadi longsor
Harianjogja.com, KULONPROGO-Tanah sepanjang sekitar 500 meter di Dusun Gerpule, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, ambles sedalam 25 meter, Sabtu (3/2/2018). Empat kepala keluarga (KK) yang menghuni tiga rumah di sekitar lokasi tersebut terancam potensi longsor susulan.
Empat KK yang terancam longsor tersebut yakni Jemadi, 54, Widodo, 53, Sugeng Raharjo, 54, dan Ngatinem, 75. Amblesnya tanah tersebut diawali adanya retakan berbentuk pola tapal kuda sejak dua tahun lalu.
Pergerakan tanah mulai terjadi secara signifikan setelah memasuki musim penghujan pada November 2017. Rumah Jemadi sudah direlokasi secara mandiri dua bulan lalu karena letaknya berada di atas retakan tanah, sedangkan rumah tiga KK lainnya dalam kondisi rawan karena letaknya tepat berada di samping amblasnya tanah.
Ngatinem mengaku mulai mengungsi ke rumah tetangganya pada Sabtu malam, karena takut akan potensi longsor susulan. Bahkan pada malam itu ia sampai tidak bisa tidur karena takut. Menurutnya, dengan mengungsi mereka bisa mendapatkan tempat lebih aman apabila terjadi longsor susulan.
"Letak rumah saya ada di sisi retakan sebelah bawah. Karena masih takut, tadi malam sampai tidak bisa tidur. Saya berharap agar pemerintah segera bertindak untuk menangani kejadian ini," kata Ngatinem, Minggu (4/2/2018) pagi.
Widodo menyatakan, amblesnya tanah terjadi setelah hujan deras dan diawali suara gemuruh. Uap dan air dari dalam tanah sempat menyeruak ke permukaan saat tanah tersebut ambles. Dia saat itu, kebetulan sedang berada di lokasi bersama warga lainnya untuk memantau keadaan. Saat bersamaan, mereka langsung mencari lokasi aman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Gusdi Hartono menyatakan, sudah melakukan assessment atas kejadian itu. Namun, ia tidak bisa memutuskan langsung perihal kemungkinan relokasi bagi rumah warga terdampak karena memerlukan kajian terlebih dahulu. "Untuk sementara kami mengimbau agar warga lebih waspada, masih kerap turun hujan lebat," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Dokter menjelaskan miom dan kista tertentu dapat ditangani dengan operasi tanpa mengangkat rahim melalui teknik bedah minimal invasif.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.
mpatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu perhatian pemerintah. Salah satunya melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja