Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Pemerintah Kota Jogja berencana menyudet atau membelokkan air sebagian dari aliran Kali Mambu di Jalan Batikan, Umbulharjo
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja berencana menyudet atau membelokkan air sebagian dari aliran Kali Mambu di Jalan Batikan, Umbulharjo. Rencana tersebut sebagai upaya mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan di Jalan Batikan.
“Itu salah satu program kami untuk menyudet Kali Mambu lewat Jalan Babaran,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja, Aki Lukman Nur Hakim, Minggu (4/2/2018).
Namun Aki mengaku rencananya tersebut belum bisa direalisasikan tahun ini, selama proyek revitalisasi drainase di sepanjang Jalan Babaran belum selesai.
Diketahui, revitalisasi drainase di Jalan Babaran terbentang dari dari Jalan Batikan hingga Kali Gajah Wong sepanjang sekitar 1,4 kilometer membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar.
Namun tahun ini baru bisa dianggarkan Rp13,5 miliar sehingga proyek tersebut kemungkinan baru bisa menyasar sekitar 500-700 meter panjang drainase yang dimulai dari Jalan Veteran, Warungboto. Sisanya akan dikerjakan pada 2019 mendatang.
Aki mengatakan proyek tersebut awalnya dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2014 lalu, namun baru sampai 400 meter sudah terbengkalai, sehingga PUPKP Kota Jogja turun tangan dan mulai melanjutkan proyek tersebut tahun ini.
Menurut Aki, drainase Jalan Babaran selain berfungsi untuk saluran air hujan, juga berfungsi sebagai sudetan dari Kali Mambu. Ia berujar untuk mengatasi genangan di Jalan Batikan, maka perlu mengurangi volume aliran sungai di Kali Mambu.
“Kalau Kali Mambu airnya sudah setinggi talut, sedangkan pembuangan air hujan dari perkampungan mengalirnya ke Kali Mambu, ya jelas airnya akan menggenang,” kata Aki.
Lurah Pandeyan, Umbulharjo, Sulasmi mengakui hampir setiap kali hujan deras di Jalan Batikan terjadi genangan. Bahkan genangan air itu hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Pihaknya sudah mengusulkan adanya perbaikan saluran air hujan melalui musyawarah perencanaan dan pembangunan (Musrenbang) beberapa waktu lalu. “Harapannya usulan ini menjadi perioritas,” ucap Sulasmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Gudang proyek calon KDMP di Mulo, Wonosari dibobol maling. Peralatan senilai Rp17,5 juta raib, polisi masih menyelidiki pelaku.
Pelajari cara menghitung PPh 21 dengan Tarif Efektif Rata-rata (TER), kategori tarif, contoh perhitungan, dan perbedaannya dengan sistem lama.
Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, sebagian besar orang tua biasanya fokus menyiapkan berbagai kebutuhan sekolah anak, mulai dari seragam hingga perlengkap
Tingkatkan peluang dipanggil HRD dengan 5 tips melamar kerja untuk fresh graduate, mulai dari CV ATS hingga persiapan wawancara.
Qodari mengungkap PM Narendra Modi menyebut Prabowo sebagai sahabat tanpa sekat. Diplomasi personal dinilai memperkuat posisi Indonesia.