Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Masyarakat yang mewakili pedagang di Ngawu, Playen menyayangkan pemindahan sementara Pasar Tradisional Playen ke lapangan desa Playen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sejumlah warga Ngawu Playen menyayangkan pemindahan sementara Pasar Playen ke lapangan desa Playen yang rencana awalnya di lapangan desa Ngawu, Playen.
Rencana tersebut membuat masyarakat Ngawu geram, karena tidak terlebih dahulu dikomunikasikan dengan masyarakat.
"Tidak ada komunikasi terlebih dahulu ke masyarakat, padahal rencana awal di lapangan desa Ngawu," ujar Kordinator RT dan RW Desa Ngawu, Suharjono, Senin (5/1/2018).
Masyarakat juga mencurigai ada sesuatu yang tidak beres, karena sejak awal lapangan di Desa Playen tidak menjadi opsi pemindahan sementara itu, saat ini malah langsung jadi pilihan tanpa dikomunikasikan, dan proses pembangunan sudah mulai berjalan.
Pemindahan Pasar Playen tersebut dinilai juga akan berdampak negatif bagi warga masyarakat, karena lebih dari 50% masyarakat Ngawu setiap harinya beraktifitas di pasar itu. Masyarakat akan lebih jauh jika ke pasar dan dampak tidak langsung lainnya juga akan dirasakan.
Sementara itu penanggung jawab Kepala Desa, Ngawu, Suyanto mengatakan pihaknya tidak dapat berbuat banyak terkait permasalahan ini. "Kami tidak dapat berbuat apa-apa, karena Pasar di Ngawu, Pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab), kami hanya ketempatan," ujarnya.
Dia mengatakan hanya dapat menyampaikan aspirasi dari masyarakat tersebut ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Gunungkidul. Suyanto mengatakan semua kewenangan ada di Pemkab.
"Langkah kami kedepan akan mencoba lobby ke Dinas terkait atau Pemkab mempertemukan mereka dengan masyarakat agar tidak ada kesalahpahaman," ujarnya.
Pemindahan sementara Pasar Playen tersebut, dikarenakan Pasar Playen di Ngawu, Playen akan direvitalisasi. Sehingga untuk sementara memerlukan pasar sementara sekitar dua tahun untuk kelanjutan aktivitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.