BPJS Ketenagakerjaan Dukung Warga Binaan di Kulonprogo Kembali Produktif
Balai Latihan Kerja Adhyaksa Mandiri Kulon Progo dan BPJS Ketenagakerjaan memberi kesempatan kedua lewat pelatihan kerja dan akses perlindungan jaminan sosial.
Hal itu untuk meminimalisasi kasus kesehatan ibu dan anak
Harianjogja.com, SLEMAN-Peran Posyandu dan para kader di desa-desa harus lebih dioptimalkan. Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi kasus kesehatan ibu dan anak.
Dosen Kebidanan Stikes Jenderal Achmad Yani Silvia Ari Agustina mengatakan, masalah kesehatan ibu dan anak di desa-desa masih perlu mendapat perhatian. Pihaknya masih menemukan beberapa kader yang tidak aktif dan Posyandu yang belum menerapkan sistem lima meja.
"Kami menemukan dari 35 ibu hamil di Lumbungrejo, Tempel ada yang kekurangan energi kronis dan 13 lainnya mengalami anemia," katanya melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (12/2).
Pihaknya juga menemukan berat badan sejumlah balita masih mengalami bawah garis merah (BGM) dan bawah garis tengah (BGT) akibat faktor gizi. Balita juga ada yang mengalami stunting dan juga picky eaters. "Penerapan ASI ekslusif juga belum berhasil. Ada beberapa PUS yang tidak ber-KB sehingga jarak kehamilan terlalu dekat. Ini data-data yang dihasilkan mahasiswa ketika melakukan pendataan secara door to door," katanya.
Berangkat dari sejumlah persoalan tersebut, pihaknya kemudian menggelar bakti sosial di Lumbungrejo sejak Kamis (8/2/2018) hingga Minggu (11/2/2018). Baksos digelar sebagai wujud pengabdian kepada masyakarakat, melibatkan dosen dan mahasiswa Stikes Jenderal Achmad Yani Jogja.
"Kami mengangkat tema kebidanan komunitas terintegrasi melalui asuhan komplementer. Asuhan komplementer itu seperti yoga, teknik relaksasi pada ibu hamil, dan pijat bayi," jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat Lumbungrejo diikutkan dalam sejumlah program. Mulai pelatihan dasar kader, kelas ibu hamil (penyuluhan ANC terpadu, tanda bahaya kehamilan, yoga ibu hamil, dan pameran gizi ibu hamil), kelas bayi balita (Penyuluhan, SDIDTK, Pijat bayi, dan Demonstrasi pembuatan PMT) hingga
kelas PUS (Pijat Oksitoksin dan Penyuluhan KB).
"Kami menyasar 34 kader, 35 ibu hamil, 85 Bayi dan 364 Balita serta 378 PUS selama kegiatan berlangsung," ujarnya.
Selain Silvia, beberapa dosen juga telibat di antaranya Dewi Zolekhah, Ekawati, Ratna Prahesti, Budi Rahayu, Nendhi Wahyunia Utami, Alfie Ardiana Sari, Endah puji Astuti, dan Liberty Barokah. "Kami juga melibatkan 52 mahasiswa kebidanan semester enam," katanya.
Selain untuk meningkatkan kegiatan posyandu dan menjadikan kader mandiri dan terampil, kegiatan sosial tersebut juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Seperti mendeteksi perkembangan bayi balita, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan keberhasilan program KB dan meningkatkan pengetahuan dan kesehatan ibu hamil serta kesiapan menghadapi persalinan.
"Kami ingin pelayanan posyandu lebih optimal dengan menerapkan teknik lima meja. Para kader juga kami dorong untuk aktif dalam kegiatan posyandu. Ini penting agar pekembangan ibu hamil dan pertumbuhan serta perkembangan balita bisa terpantau," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balai Latihan Kerja Adhyaksa Mandiri Kulon Progo dan BPJS Ketenagakerjaan memberi kesempatan kedua lewat pelatihan kerja dan akses perlindungan jaminan sosial.
Partisipasi Pilur Serentak 2026 Bantul mencapai 73,7%. DPMK menyiapkan evaluasi dan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pada 2028.
Menko PMK meminta Menpora menghitung tambahan bonus atlet peraih medali emas Asian Games dan Olimpiade serta menyiapkan dana pensiun.
Markus Madjar belum mendapat menit bermain bersama PSS Sleman. Ia fokus meningkatkan fisik dan belajar menghadapi intensitas Liga 1.
Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max di iBox serta Digimap sudah dibuka. Simak link resmi dan cara pemesanannya di Indonesia.
Muse milik Meta menembus 3,4 juta unduhan dan tumbuh lebih cepat dari ChatGPT, Claude, serta Grok pada awal peluncurannya.