Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Bangunan yang ditempati Apotek K24 di Jalan Hos Cokroaminoto, Pakuncen, Wirobrajan, ambruk
Harianjogja.com, JOGJA-Bangunan yang ditempati Apotek K24 di Jalan Hos Cokroaminoto, Pakuncen, Wirobrajan, ambruk, Selasa (13/2/2018) sore. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sekitar 20an sepeda motor di depan apotek ringsek tertimpa reruntuhan bangunan.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=894242">Apotek K24 di Wirobrajan Ambruk
Rais Huda Malia, salah seorang karyawan K24, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu dirinya tengah berada di lantai II tiba-tiba mendengar suara gemuruh dan bagian kantor bergoyang seperti gempa.
Sejumlah karyawan di dalam apotek pun lari berhamburan ke luar melalui pintu belakang, "Seperti ada gempa kemudian listrik mati," kata Rais di lokasi kejadian. Dia baru mengetahui bangunan bagian depan apotek ambruk beberapa saat kemudian.
Usai kejadian, semua karyawan pun tidak ada yang berani masuk ke dalam kantor karena khawatir bangunan ambruk melebar. Rais mengaku saat itu memang terjadi hujan dan angin, namun tidak terlalu deras.
Area sekitar bangunan pun dipasang garis polisi. Namun polisi, TNI, petugas pemadam kebakaran, hingga relawan bencana belum berani membersihkan reruntuhan karena sambungan listrik bagian depan belum dimatikan.
Branch Manager Apotek K24 Endang Ekayani mengatakan belum mengetahui penyebab ambruknya bangunan bagian depan apotek tersebut. Ia menyatakan K24 baru menempati bangunan tersebut sejak setahun lalu. Bangunan itu sebelumnya digunakan sebagai apotek yang berbeda manajemen.
Ia mengakui manajemen K24 menambahkan bangunan bagian depan, "Itu dikerjakan oleh vendor [pihak ketiga]," kata Endang.
Kapolsek Wirobrajan, Komisaris Polisi Endang Suliskurniati mengaku heran saat menyaksikan reruntuhan bangunan apotek. Ia tidak menemukan tulang atau besi yang menjadi penguat konstruksi. Bekas patahan tembok di bagian bangunan yang masih berdiri pun tidak ditemukan besi-besi.
"Patut diduga ini gagal konstruksi," kata Endang. Pihaknya menyayangkan konstruksi bangun dibuat asal-asalan.
"Nanti akan kami identifikasi," ucap Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.
Pelni memberikan diskon 30% tiket kapal kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.
Kebakaran garasi bus Damri di Bandung menghanguskan 10 bus dan berdampak pada 13 rumah warga. Satu orang mengalami sesak napas.
Sleman meraih peringkat terbaik I Parasamya Karya Kencana Regional 3 berkat sinergi lintas sektor dalam program GENTING.