Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Peserta seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari sembilan kecamatan di Bantul dijadwalkan menjalani sesi wawancara
Harianjogja.com, BANTUL-Peserta seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari sembilan kecamatan di Bantul dijadwalkan menjalani sesi wawancara pada Jumat (23/2/2018). Empat peserta tak hadir dalam tahap seleksi tersebut.
Peserta tahap wawancara merupakan 359 orang yang lolos seleksi tulis sebelumnya. Ketua KPU Bantul, Muhammad Johan mengatakan jika wawancara dibagi menjadi dua hari dengan masing-masing dua sesi.
Hari pertama digelar wawancara untuk peserta seleksi dari Kacamatan Pleret, Piyungan, Jetis, Bambanglipuro, Sedayu, Kasihan, Imogiri, Pandak, dan Sanden. Sedangkan sisanya akan dilaksanakan hari ini [Sabtu, 24/2/2018].
"Ada yang tidak hadir lima orang," katanya kepada Harianjogja.com lewat pesan singkat, Jumat.
Namun, KPU Bantul masih memberikan kesempatan kepada peserta tersebut untuk mengikuti sesi wawancara susulan. Peserta yang bersangkutan dihubungi dan diberikan jadwal sesi yang baru. Dari sejumlah peserta wawancara nantinya akan dipilih tiga orang untuk menjadi PPS dalam pelaksanaan pemilu mendatang.
Adapun, materi yang diberikan kepada peserta selama wawancara ini hampir sama dengan materi sebelumnya yakni soal ketugasan PPS dan pengetahuan kewilayahan.
Hanya saja, kali ini akan ditambah sesi klarifikasi terkait masukan masyarakat selama ini atas orang yang bersangkutan. Hal ini penting karena PPS sendiri disyaratkan tidak terlibat kegiatan politik apapun selama setidaknya lima tahun.
Sementara itu, masih banyak desa yang jumlah peserta wawancaranya kurang dari enam orang, jumlah ideal yang diharapkan oleh KPU Bantul. Setidaknya puluhan desa dari semua kecamatan masih masuk kategori ini. Namun, KPU akan tetap memilih tiga orang terbaik sedangkan kekosongan posisi nantinya akan diisi oleh komunitas peduli pemilu atau dari lembaga pendidikan.
Peserta terpilih akan dilantik menjadi PPS pada 9 Maret mendatang. Mereka akan diberikan upah sebesar Rp850.000 per bulan. Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU DIY, Farid Bambang Siswantoro mengatakan bisa dilakukan kerja sama dengan lembaga pendidikan atau komunitas peduli pemilu untuk mendapatkan kebutuhan PPS yang sesuai.
Kekurangan PPS sendiri baru pertama kali terjadi sebab adanya pembatasan periode atau lamanya warga masyarakat menjadi petugas pemilu ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.